7 BUMN Karya Kompak Bangun 600 Huntara Korban Bencana di Aceh Tamiang

2026-01-09 20:41:54
7 BUMN Karya Kompak Bangun 600 Huntara Korban Bencana di Aceh Tamiang
JAKARTA, - Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya akan membangun 600 hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.Langkah ini memastikan warga terdampak mendapatkan tempat tinggal layak selama masa transisi.Dari jumlah tersebut, total 120 unit huntara akan dibangun PT Hutama Karya (Persero) di lahan seluas 52.581 meter persegi.Lokasi huntara strategis di Jalan Banda Aceh-Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.Tim proyek Hutama Karya telah melakukan peninjauan lapangan awal. Hasilnya menunjukkan perlunya pembersihan lumpur, perataan lahan, dan penyediaan akses ke area yang masih terdampak bencana.  Baca juga: Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Hunian Tetap Korban Banjir AcehHuntara dirancang cepat dibangun dengan metode rangka baja ringan yang ringkas dan tahan lama.Material pilihan seperti papan semen untuk dinding, multiplek lantai, serta atap zincalume memastikan hunian kokoh, aman, dan siap huni dalam waktu singkat. Setiap unit memiliki luas sekitar 12 meter persegi-30 meter persegi.Ini dilengkapi fasilitas bersama berupa dapur umum, area cuci, mushola, serta sanitasi lengkap.  "Pembangunan ini menandai komitmen BUMN Karya dalam proyek infrastruktur nasional pasca-bencana," terang Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya Mardiansyah dalam keterangannya, Kamis .Di Aceh Tamiang, sebagian warga menghadapi hambatan mobilitas akibat sejumlah ruas tertutup lumpur, kayu hanyutan, dan sedimen sehingga jalur penghubung dan pergerakan bantuan ikut terhambat.Dalam kondisi ini, Hutama Karya mengambil peran sesuai kompetensi inti perusahaan dengan mendukung pembukaan kembali akses dan penguatan konektivitas sebagai bagian dari kerja kolektif BUMN Peduli. Untuk mendukung pembukaan akses, semua BUMN bidang infrastruktur membantu kirim alat berat.Baca juga: 2.600 Hunian Tetap Korban Banjir Sumatera Mulai Dibangun Bulan IniHutama Karya mengirimkan sejumlah sumber daya operasional untuk pembersihan material pascabanjir dan pemulihan jalur strategis warga. Dukungan tersebut mencakup pengerahan empat unit ekskavator, didukung 1 unit excavator PC75, 2 unit dump truck, serta satu unit tangki solar untuk menopang kelancaran operasi di lapangan. Selain pembersihan material, Hutama Karya juga memobilisasi dukungan konektivitas melalui penyediaan Jembatan Bailey, yakni 1 unit bentang 43 meter dan 2 unit bentang 48 meter.Dukungan tambahan turut disiapkan berupa excavator PC-200 (7 unit), crane 80 ton (1 unit), dukungan operator excavator, serta pasokan solar untuk memastikan operasi lapangan berjalan. Seluruh peralatan tersebut digunakan untuk membantu pembersihan material seperti lumpur, kayu hanyutan, dan sedimen, sekaligus mendukung pekerjaan normalisasi pada titik-titik kritis yang menghambat jalur penghubung warga.Operasional dilakukan dengan mengutamakan keselamatan kerja dan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat agar penanganan tepat sasaran serta tidak beririsan dengan penanganan instansi lain. Pada fase awal pemulihan, perseroan mengejar jalur penghubung warga berfungsi kembali melalui BUMN Peduli."Hutama Karya hadir di lokasi bersama BUMN infrastruktur lain, terkoordinasi dengan otoritas setempat dan standar keselamatan ketat. Setelah konektivitas pulih, dukungan lanjut ke amanah pembangunan huntara untuk tempat tinggal sementara layak,” tutup Mardiansyah.


(prf/ega)