JAKARTA, – Industri biomassa di Gorontalo semakin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.Selain mendukung energi terbarukan dan praktik bebas deforestasi, sektor ini juga menjadi penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pohuwato.Di tengah sorotan terkait isu deforestasi di Gorontalo, sejumlah perusahaan pengolah wood pellet alias pelet kayu, termasuk PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group, PT Banyan Tumbuh Lestari, dan PT Inti Global Laksana, menegaskan komitmen pada pengelolaan hutan secara legal dan berkelanjutan.Baca juga: DLHK Pastikan Perusahaan Biomassa di Gorontalo Taat Aturan dan Ikuti ProsedurPIXABAY/ERNESTO RODRIGUEZ Ilustrasi pelet kayu atau wood pellet.Keberadaan industri ini menjadi tumpuan ribuan tenaga kerja dan keluarganya yang menggantungkan hidup pada sektor biomassa.Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pohuwato, Nizma Sanad, mencatat bahwa per September 2025, jumlah tenaga kerja di PT BJA sebanyak 606 orang, di PT BTL dan PT IGL sebanyak 756 orang, serta tenaga kerja bongkar muat di PT Berkah Indah Gorontalo (BIG) berjumlah 139 orang.Totalnya, industri ini menyerap 1.501 tenaga kerja, dengan lebih dari 72 persen berasal dari Kabupaten Pohuwato.“Dengan komposisi tenaga kerja seperti itu, PT BJA Group telah mematuhi Peraturan Daerah yang mewajibkan perusahaan menyerap tenaga kerja lokal 70 persen. Terima kasih kepada PT Inti Global Laksana, PT Banyan Tumbuh Lestari, dan PT Biomasa Jaya Abadi atas kerja sama yang baik selama ini,” ungkap Nizma dalam keterangannya, Selasa .Baca juga: Hutan Tanaman Industri untuk Biomassa Diklaim Dukung Energi TerbarukanSejak awal beroperasi, BJA Group secara konsisten menempatkan prioritas pada tenaga kerja lokal.Jumlah karyawan di tiga perusahaan tersebut meningkat hampir 700 persen dalam lima tahun, dari sekitar 200 orang pada 2021 menjadi 1.500 orang pada 2025, dengan tetap memprioritaskan warga lokal.
(prf/ega)
Industri Biomassa Gorontalo Tumbuh, Ribuan Warga Nikmati Dampak Ekonomi
2026-01-11 03:39:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:28
| 2026-01-11 03:24
| 2026-01-11 03:15
| 2026-01-11 02:35
| 2026-01-11 01:27










































