Dorong Infrastruktur Berkelanjutan, Pemkot Tangsel Fokus Perbaikan Layanan dan Ketahanan Kota

2026-01-11 22:21:50
Dorong Infrastruktur Berkelanjutan, Pemkot Tangsel Fokus Perbaikan Layanan dan Ketahanan Kota
– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai upaya memperkuat ketahanan kota dan meningkatkan kualitas hidup warga. Langkah tersebut sejalan dengan misi Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan untuk membangun kota yang berketahanan, terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.Benyamin menegaskan bahwa seluruh pembangunan dilakukan bertahap dan berkelanjutan sesuai aspirasi masyarakat.“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Benyamin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa .Salah satu prioritas Pemkot Tangsel adalah pengendalian banjir. Tahun ini, penanganan dilakukan melalui pembangunan dan rehabilitasi saluran drainase, penataan sungai di 35 titik, pembangunan 13 kolam retensi, dan long storage di lima lokasi. Baca juga: Warga Desak TPA Cipeucang Ditutup, DLH Tangsel: Tak Bisa Langsung, Perlu KoordinasiSelain itu, 35 unit rumah pompa dibangun serta drainase kota ditata sepanjang 24,36 kilometer (km). “Untuk 2026 direncanakan akan dibangun kolam retensi atau long-storage di delapan lokasi, pembangunan tanggul sungai atau pengendalian banjir di 11 lokasi, pembangunan stasiun rumah pompa banjir di enam lokasi dan pembangunan serta rehabilitasi saluran drainase kota,” ucap Benyamin.Pemkot Tangsel juga melanjutkan program Tangsel Terang yang memasang 1.441 titik lampu penerangan baru sepanjang 2025, melengkapi lebih dari 10.100 titik yang sudah terpasang sejak 2024. Targetnya, jumlah titik penerangan mencapai 15.000 titik pada 2029.Di sektor konektivitas, pembangunan, peningkatan, dan pemeliharaan jalan dilakukan sepanjang 225 km pada 2025, disertai pembangunan delapan jembatan baru. “Pembangunan infrastruktur mendorong stabilitas dan kemajuan ekonomi Kota Tangsel,” ujar Benyamin.Pengelolaan sampah juga diperkuat dari hulu melalui pemanfaatan 38 tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle (TPS3R), satu Intermediate Treatment Facility (ITF), 279 bank sampah, dan 120 rumah maggot di empat kecamatan. Baca juga: Gapura Batas Jalan Puspitek Diminta Dikembalikan, Pemkot Tangsel: Tunggu Arahan Wali KotaSelain itu, pemkot Tangsel turut mendorong kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).Di sisi ruang publik, Pemkot Tangsel melakukan pemeliharaan 13 taman lingkungan dan 13 taman koridor jalan utama, serta revitalisasi taman besar seperti Alun-alun Pondok Aren, Pamulang, dan Ciputat Timur. Penataan kawasan kumuh seluas 11,37 hektar (ha) juga dilakukan, sehingga total 63,38 ha tertata sejak 2021 hingga Juli 2025.Sarana sanitasi juga ditingkatkan melalui pembangunan sarana air bersih dan tangki septik di 1.000 titik, serta rehabilitasi 388 rumah tidak layak huni. Total sebanyak 1.691 rumah telah diperbaiki sejak 2021.


(prf/ega)