JAKARTA, - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeklaim jumlah wilayah yang terisolasi akibat banjir dan longsor di Pulau Sumatera menurun seiring percepatan pembukaan akses darat.Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, upaya koordinasi pemerintah pusat dan daerah mulai menunjukkan hasil, meski sejumlah wilayah masih memerlukan penanganan intensif.Abdul mengatakan, hingga pertengahan Desember, masih terdapat beberapa kabupaten di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang masuk kategori atensi khusus karena keterbatasan akses darat.Baca juga: Gugatan Class Action Bencana Ekologis SumateraDi Aceh, wilayah yang masih terkendala terutama berada di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, di mana sebagian ruas jalan penghubung antarkecamatan dan antardesa masih terputus akibat longsor dan kerusakan badan jalan.Meski demikian, Abdul menyebut, dukungan logistik bagi warga terdampak tetap berjalan dengan mengandalkan jalur udara.Setiap hari, BNPB menerima koordinat titik-titik pengungsian di desa yang sulit dijangkau dan menyalurkan bantuan melalui penerbangan logistik.Di Provinsi Aceh, BNPB menetapkan tiga kabupaten dalam status atensi khusus.Di Kabupaten Bener Meriah, akses darat masih terputus di empat kecamatan dan 15 desa.Sementara itu, di Aceh Tengah terdapat tujuh kecamatan dengan beberapa desa yang belum sepenuhnya terhubung, serta Kabupaten Gayo Lues yang mencatat tiga kecamatan dan 27 desa masih sulit dijangkau melalui jalur darat.“Kondisi ini mayoritas disebabkan oleh terputusnya jalur penghubung lintas kabupaten serta akses antara pusat kabupaten dengan kecamatan dan desa,” ujar Abdul, di Jakarta, Minggu .BNPB memastikan, distribusi bantuan tetap berjalan melalui jalur udara.Dia mengatakan, setiap hari koordinat lokasi pengungsi di desa-desa terpencil terus diperbarui untuk memastikan bantuan logistik menjangkau warga terdampak.Adapun daftar wilayah yang membutuhkan penanganan khusus di Aceh antara lain, di Kabupaten Bener Meriah, di Kecamatan Pintu Rime Gayo ada 4 desa, di Timang Gajah ada 3 desa, Syiah Utama ada 7 desa, dan di Mesideh ada 1 desa.Lalu, di Kabupaten Aceh Tengah, ada di Kecamatan Bintang ada 1 desa yang butuh penanganan khusus, di Ketol ada 9 kampung, di Celala ada 17 desa, di Kute Panang ada 2 desa, di Silih Nara ada 2 desa, di Rusip Anara ada 16 desa, dan di Linge ada 26 desa.Kemudian, di Kabupaten Gayo Lues, Kecamatan Pantan Cuaca, sebanyak 9 desa yang butuh penanganan khusus.Di Pining ada 7 desa, dan di Putri Betung ada 11 desa.Baca juga: Kuburan Rumah Bekas Banjir di Aceh Tamiang: Dikelilingi Lumpur, Jadi Tak Layak HuniSementara itu, di Sumatera Utara, tercatat dua kabupaten dengan sembilan kecamatan dan 21 desa yang masih menghadapi kendala akses darat.Jalur-jalur tersebut umumnya merupakan penghubung lintas kabupaten maupun jalur dari kecamatan ke desa.“Untuk daerah yang masih sulit akses daratnya, itu 2 kabupaten, 9 kecamatan yang terdiri dari 21 desa. Ini terus diupayakan perbaikan akses jalan supaya akses darat di 21 desa ini bisa segera terbuka,” ujar dia.Adapun rincian wilayah di Sumatera Utara yang terisolir, antara lain Tapanuli Tengah sebanyak 6 kecamatan (16 desa).Di Tapanuli Utara, ada 3 kecamatan yakni Adiankoting, Parmonangan, dan Sipuholon dengan jumlah desa 7.Di Sumatera Barat, wilayah terisolasi tersisa satu kampung, yakni Kabupaten Agam.Meski akses darat belum sepenuhnya terbuka, distribusi logistik tetap dilakukan melalui jalur udara.Selama sepekan terakhir, posko logistik di Bandara Internasional Minangkabau mencatat penerimaan 198,4 ton bantuan dengan buffer stock 74,5 ton yang terus disalurkan.Berbeda dengan Aceh dan Sumatera Utara, sebagian besar wilayah Sumatera Barat telah kembali terhubung melalui jalur darat.“Jadi, di Kabupaten Agam masih ada satu yang terdampak banjir longsor, itu yang masih belum terbuka aksesnya tetapi ini logistik terus kita drop via udara,” ungkap dia.
(prf/ega)
Peta Wilayah Terisolasi Usai Banjir Sumatera Menurun, tapi Tantangan Menanti
2026-01-11 14:43:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:14
| 2026-01-11 14:28
| 2026-01-11 13:46
| 2026-01-11 13:46
| 2026-01-11 13:21










































