JAKARTA, - Enam bulan sejak resmi beroperasi, siswa dan siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Handayani, Jakarta Timur, mulai menunjukkan transformasi yang signifikan.Mulai dari perubahan perilaku, kemajuan akademik, hingga tumbuhnya kepercayaan diri para siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga prasejahtera.Kepala SRMP Handayani, Regut Sutrasto mengatakan, adaptasi siswa di lingkungan asrama berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan.“Pola keteraturan hidup sudah terbentuk. Anak-anak datang dengan kebiasaan yang kurang baik, tapi di sini ritme harian mereka tertata. Mulai dari bangun subuh, senam pagi, jadwal makan, hingga belajar,” ujar Regut, Selasa .Baca juga: Mensos dan Mendiktisaintek Teken MoU, Siswa Sekolah Rakyat Bisa Dapat Beasiswa KuliahSalah satu tantangan awal adalah kemampuan membaca.Dari 70 siswa angkatan pertama, masih terdapat satu hingga dua anak yang belum lancar membaca.Namun, melalui sistem team teaching dan matrikulasi intensif, kini seluruh siswa sudah mampu membaca dengan baik.“Ada 1-2 yang mungkin belum bisa membaca, tapi sekarang karena ada tim teaching, alhamdulillah semuanya sudah lancar. Dan alhamdulillah fasilitas juga sudah sekarang terpenuhi, dan mungkin bila di sini anak-anak sudah belajar menggunakan laptop,” ujar dia.“Sehingga, nanti diharapkan dengan pembelajaran menggunakan laptop ini, mungkin anak-anak yang dari masyarakat bawah ini bisa mendapatkan pendidikan yang unggul, bisa nanti bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya,” ujar dia.
(prf/ega)
6 Bulan di Sekolah Rakyat: Dari Tak Lancar Baca Jadi Mampu sampai Belajar Desain Grafis
2026-01-12 03:32:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:49










































