PUTRAJAYA, - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan, Thailand dan Kamboja sepakat untuk menghadiri pertemuan khusus Menteri Luar Negeri ASEAN pada Senin di Kuala Lumpur.Pertemuan itu ditujukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di sepanjang perbatasan Thailand dan Kamboja.Anwar menjelaskan, pertemuan khusus Menteri Luar Negeri ASEAN awalnya dijadwalkan pada 16 Desember.Baca juga: Pelatih Silat Malaysia Pukul Wasit SEA Games, Tak Terima Kalah dari ThailandNamun, ada penundaan karena khawatir pertemuan itu berlangsung terlalu cepat."Sebagian besar perdana menteri mengingatkan saya, mengatakan bahwa mungkin terlalu dini untuk mengadakan pertemuan sebelum ketegangan mereda," ujarnya, dikutip dari Straits Times, Rabu ."Jadi, mereka mengusulkan agar acara itu diadakan pada 22 Desember di KL. Setahu saya, para menteri luar negeri akan datang dan membahas hal ini," lanjutnya.Baca juga: Tentara Bayaran Rusia Disebut Bantu Kamboja Perang Lawan Thailand, Moskwa MembantahAnwar menuturkan, tujuan pertemuan ini adalah untuk meyakinkan Thailand dan Kamboja agar menghentikan peningkatan ketegangan di sepanjang perbatasan yang disengketakan."Kami mengimbau mereka untuk segera menghentikan serangan garis depan ini. Jika memungkinkan, gencatan senjata segera dilakukan," jelas dia."Mereka tidak menyukai istilah gencatan senjata karena itu akan menyiratkan persetujuan mereka. Jadi, jika Anda melihat pernyataan saya, saya mendesak semua pihak untuk mematuhi gencatan senjata ini," sambungnya.Menurutnya, Malaysia tidak dalam posisi memberikan instruksi kepada menteri luar negeri ASEAN.Namun, ia memastikan telah berkomunikasi dengan Thailand dan Kamboja setiap hari.Baca juga: Thailand Kini Bersedia Gencatan Senjata dengan Kamboja, asal...Anwar mengatakan, keputusan untuk mengadakan pertemuan tersebut diambil setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump.Dalam beberapa hari ke depan, Kepala Pertahanan Malaysia akan pergi ke wilayah perbatasan untuk melanjutkan dialog tingkat militer."Saya optimis dengan hati-hati karena ketika saya berbicara dengan kedua perdana menteri, keduanya sangat ingin mencapai resolusi damai secepat mungkin," klaim Anwar."Jadi, mudah-mudahan, pada tanggal 22 Desember, kita bisa menyelesaikan kesepahaman ini," tambahnya.Hingga kini, setidaknya 32 orang tewas dalam bentrokan di perbatasan, termasuk tentara dan warga sipil.Bentrokan ini juga menyebabkan sekitar 800.000 warga mengungsi.
(prf/ega)
Thailand dan Kamboja Sepakat Bertemu di Kuala Lumpur, Cegah Eskalasi Lebih Luas
2026-01-11 14:34:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 14:33
| 2026-01-11 14:22
| 2026-01-11 13:03
| 2026-01-11 13:03










































