PROBOLINGGO, — Kepala Desa Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sunaryono, menyampaikan keberatannya terhadap keberadaan alat berat di kawasan lautan pasir Gunung Bromo.Sunaryono mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya oleh pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sehingga masyarakat setempat menjadi bertanya-tanya dan muncul kegaduhan di lingkungan sekitar.Sunaryono menegaskan bahwa tidak adanya pemberitahuan tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap Suku Tengger, mengingat lautan pasir merupakan kawasan sakral bagi masyarakat adat setempat.Baca juga: Wisatawan SMP Asal Sleman Curhat Dipalak Sopir Jip Saat Wisata ke Bromo“Artinya, tidak adanya pemberitahuan sama dengan tidak menghormati adat dan budaya Tengger. Apalagi kawasan ini sangat sakral,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin .Sunaryono mengaku sempat menanyakan keberadaan alat berat kepada pihak TNBTS, namun tidak mendapatkan jawaban saat alat masuk ke kawasan Bromo.Baru setelah dua hari kemudian, pihak TNBTS mengirimkan surat resmi yang menginformasikan bahwa alat berat tersebut digunakan untuk proyek pembangunan Jalur Lingkar Kaldera Tengger dan rest area SPAM air bersih yang dikerjakan Pemprov Jawa Timur.“Sampai hari ini, alat berat tersebut masih ada di lokasi,” kata Sunaryono.Ia menyatakan tidak mengetahui secara pasti nama kegiatan maupun pagu anggarannya karena tidak ada papan pengumuman proyek di lokasi. Yang ia tahu, proyek tersebut terkait pembangunan rest area dan pemipaan SPAM air bersih."Yang kami tahu ada alat berat untuk penggalian pipaisasi res area," jelas Sunaryono.Ia berharap ke depan, jika ada kegiatan di kawasan tersebut, pihak terkait memberi tahu terlebih dahulu agar masyarakat tidak bertanya-tanya dan muncul kontroversi di media sosial.Baca juga: Meski Semeru Erupsi, Wisata Gunung Bromo Tetap Dibuka untuk UmumDia juga meminta agar proyek tersebut selesai paling lambat tanggal 18 Desember 2025. Sebab setelah tanggal tersebut, masyarakat Tengger akan menggelar ritual puasa mutih selama sebulan penuh."Kami masyarakat Tengger akan puasa mutih sejak 18 Desember 2025 hingga 18 Januari 2025," pungkas Sunaryono.Sementara itu, Kabag Tata Usaha TNBTS, Septi Eka Wardhani, menjelaskan bahwa alat berat tersebut digunakan untuk pembangunan sarana prasarana saluran air bersih sebagai pendukung jalur lingkar kaldera Tengger.Diharapkan, di rest area yang akan dibangun di jalur tersebut, pengunjung dapat menikmati fasilitas air bersih dan toilet gratis.Baca juga: Uniknya Suku Tengger di Kawasan Bromo, Peradaban sejak Zaman Majapahit“Pembangunan ini didukung oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.Septi menambahkan, kegiatan ini telah disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait pada 10 November 2025 di Resto Bawangan dan 21 November 2025 di Artotel Hotel Bromo. Paruman Dukun juga telah menyetujui kegiatan tersebut."Proyek pembangunan ini sendiri dimulai sejak 24 November 2024, diawali dengan ritual adat yang dipimpin oleh Romo Tomo," pungkas Septi.
(prf/ega)
Kepala Desa Ngadisari Protes Keberadaan Alat Berat di Lautan Pasir Gunung Bromo
2026-01-12 04:36:06
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 03:59










































