JAKARTA, - Sebanyak 8.509 rumah mengalami rusak berat akibat banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.Data tersebut disampaikan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa ."Rusak berat itu ada 8.509 buah. Rusak sedang ada 9.366 buah, dan rusak ringan sebanyak 15.174 buah," ungkap Armia, Selasa .Baca juga: DPR Bentuk Satgas Pemulihan Sumatera, Berkantor di AcehDi samping itu, Armia juga mengungkap bahwa ada 4.839 rumah warga yang hilang akibat tersapu banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.Rumah-rumah yang hilang tersebut tersebar di sejumlah kampung dan desa, terutama yang berada di bantaran sungai."Kemudian kami laporkan juga untuk kondisi rumah. Rumah yang hilang di Aceh Tamiang, ini hitungan kami masih dinamis, sebanyak 4.839 rumah yang hilang," ujar Armia.Baca juga: Sambung-menyambung Jembatan Bailey Hubungkan Akses Usai Banjir SumateraDalam kesempatan berbeda, pembangunan hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh ditargetkan rampung pada Februari 2026 atau sebelum Ramadhan tahun depan.Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan (BNPB) Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Selasa ."Pembangunan hunian sementara terus dilakukan. Pengungsian terpadu akan dibangun di beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Dilengkapi layanan kesehatan, layanan psikososial, serta dapur umum," ujar Abdul, Selasa.Baca juga: Dasco Minta Koordinasi Penanganan Bencana Sumatera Diperkuat agar Tak Tumpang Tindih"Hunian sementara ditargetkan selesai sebelum pertengahan Februari atau sebelum awal Ramadhan," sambungnya.Ia menjelaskan, pembangunan huntara di Provinsi Aceh akan dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Pidie.Di samping itu, instansi terkait dibantu TNI, Polri, dan alat berat terus dikerahkan untuk memulihkan wilayah-wilayah terdampak bencana."Pembersihan wilayah terdampak terus dilakukan, termasuk di Aceh Tamiang, dengan mengerahkan personel dan alat secara maksimal," ujar Abdul.Baca juga: Polri Siap Tambah Personel untuk Bantu Pembangunan Huntara dan Huntap di SumateraBNPB juga terus memperkuat dukungan pemulihan di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Bener Meriah.Abdul menjelaskan, pemulihan akses darat di Aceh menjadi salah satu fokus utama. Sejumlah jembatan di jalur penghubung antara Bireuen dengan Bener Meriah juga dilaporkan sudah dapat digunakan.Baca juga: 1 Bulan Penanganan Bencana Sumatera, Seskab Teddy: Kita Ada Hasil KonkretSementara itu, beberapa wilayah di Aceh Tengah dan Bener Meriah masih menghadapi keterbatasan akses kendaraan roda empat."Beberapa ruas jalan sudah dapat dilewati kendaraan roda dua, namun belum optimal. Pemerintah akan terus mengupayakan agar sebelum akhir Desember jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat," ujar Abdul.
(prf/ega)
8.509 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang
2026-01-11 03:44:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:57
| 2026-01-11 03:50
| 2026-01-11 02:55
| 2026-01-11 02:39
| 2026-01-11 02:23










































