Cek Banjir di Tapanuli Tengah, Prabowo: Kita Bersyukur Cuaca Membaik, Ramalan Terburuk Sudah Lewat

2026-01-11 03:13:51
Cek Banjir di Tapanuli Tengah, Prabowo: Kita Bersyukur Cuaca Membaik, Ramalan Terburuk Sudah Lewat
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi terkini pascabencana di Tapanuli Tengah, Sumut, pada Senin .Ia mendapat kabar bahwa situasi cuaca di wilayah tersebut mulai menunjukkan perbaikan signifikan.“Kita bersyukur cuaca membaik. Ramalannya juga yang terburuk sudah lewat,” ujar Prabowo saat memberikan keterangan usai peninjauan lapangan, dikutip dari Kompas TV, Senin.Kendati cuaca sudah membaik, Prabowo menekankan bahwa perubahan iklim yang semakin ekstrem menjadi tantangan jangka panjang yang harus diantisipasi oleh pemerintah pusat maupun daerah.“Ini kondisi sekarang. Perubahan iklim kita harus hadapi dengan baik. Pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan, mengantisipasi kondisi di masa depan. Mungkin yang di daerah-daerah juga semuanya harus siap menghadapi kondisi perubahan iklim yang berpengaruh,” tegasnya.Baca juga: Dari Aceh, Prabowo Bakal Kunjungi Korban Banjir di Sumatera BaratIa menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi cuaca dan bencana secara real time.Penanganan darurat tetap berjalan sambil memastikan distribusi bantuan bisa menjangkau wilayah yang sebelumnya terisolasi.Menurutnya, koordinasi lintas lembaga menjadi faktor kunci agar respons di lapangan dapat berjalan optimal.Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kerja cepat semua instansi yang terlibat dalam penanganan dampak bencana beberapa hari terakhir.“Saya tadi sampaikan penghargaan terima kasih kepada semua instansi yang bekerja keras. BNPB reaksinya cukup cepat, TNI sangat cepat, Polri juga cepat,” tandasnya.Sebelumnya diberitakan, Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara dilanda banjir bandang dan tanah longsor.Baca juga: Kunjungi Korban Banjir di Aceh, Prabowo Janji Bakal Perbaiki Jalan Putus dan Jembatan RusakBerdasarkan data sementara BNPB, total korban meninggal dunia mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang.Tim gabungan BNPB, TNI-Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.Di Sumatera Utara, tercatat 217 jiwa meninggal dunia setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan korban yang kemarin dinyatakan hilang.Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.


(prf/ega)