Jembatan Darurat di Agam Hancur, Warga Menyeberang Pakai Batang Pohon

2026-01-11 23:58:09
Jembatan Darurat di Agam Hancur, Warga Menyeberang Pakai Batang Pohon
AGAM, - Kenaikan debit air di sungai akibat hujan deras sejak Sabtu sore membuat akses antara wilayah Jorong Koto Alam, Subarang Aia, dan Kampung Tengah Barat kembali terputus.Dua jembatan darurat yang sempat dibangun untuk akses masyarakat hancur diterjang debit air yang deras. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran makin terisolasinya dua kampung di Nagari Salareh Aia Timur yaitu Subarang Aia dan Kampung Tengah Barat.Dua kampung tersebut saat ini terpisah ladang lumpur bebatuan dan sungai dengan jarak sekitar 200 meter.Baca juga: Kisah Petani Agam Kehilangan Segalanya Usai Banjir Bandang: Saya Tak Tahu Harus ApaKebutuhan primer seperti logistik semakin sulit tersalurkan lantaran tak adanya jembatan.Pantauan Kompas.com pada Minggu , jembatan darurat bantuan dari pihak swasta yang telah dibangun sebelumnya sudah tak terlihat.Jembatan darurat kini dibuat dengan menggunakan dua batang pohon besar yang diletakkan melintang untuk menyeberang./WAHYU ADITYO PRODJO Warga menyeberang sungai yang berada di antara Jorong Koto Alam dan Jorong Subarang Aia di Salarah Aia Timur, Agam, Sumatera Barat dengan meniti batang pohon pada Minggu siang. Kenaikan debit air di sungai akibat hujan deras pada Sabtu sore membuat akses antara wilayah Jorong Koto Alam, Subarang Aia, dan Kampung Tengah Barat kembali terputus.Warga terpaksa harus berjalan kadang lurus dan kadang agak melambung untuk bisa mengakses jalan. Ada banyak titik lumpur-lumpur sedalam sekitar satu meter yang siap menjebak kaki.Kemudian, warga juga harus bergantian menyeberang sungai dengan meniti dua batang pohon besar yang licin dan berlumpur sepanjang 10-15 meter.Ada sejumlah anggota kepolisian dari Direktorat Polisi Air Udara (Ditpolairud) Polda Jambi yang membantu warga menyeberang dengan berpegangan tangan.Baca juga: Kesaksian Tim SAR Temukan Tiga Korban Banjir Bandang Saling Berpegangan Tangan di AgamPerlu kehatian-hatian dan keseimbangan ekstra untuk menyeberang lantaran tak ada pegangan. Jika tak seimbang, bisa tercemplung ke sungai.Sementara itu, lumpur-lumpur yang terbawa banjir bandang masih terasa basah dan licin. Tak jarang beberapa kaki warga terjeblos ke dalam lumpur./WAHYU ADITYO PRODJO Warga harus menyeberang sungai yang berada di antara Jorong Koto Alam dan Jorong Subarang Aia di Salarah Aia Timur, Agam, Sumatera Barat dengan meniti batang pohon pada Minggu siang. Kenaikan debit air di sungai akibat hujan deras pada Sabtu sore membuat akses antara wilayah Jorong Koto Alam, Subarang Aia, dan Kampung Tengah Barat kembali terputus.Wali Nagari Salareh Aia Timur, Fauzi (30) mengatakan, ada ratusan kepala keluarga di dua jorong di Nagari Salareh Aia Timur yaitu Subarang Aia dan Kampung Tangah Barat.Mereka sudah hidup 10 hari tanpa listrik pasca-banjir bandang pada Kamis sore lalu.“Sore Sabtu 6 Desember ada hujan lebat di kampung dan hulu sungai, debut airnya jadi besar. Informasi dari masyarakat, banyak yang terkurung, enggak bisa lagi nyeberang karena jembatannya putus dan hanyut.""Ada dua alternatif jembatan darurat hanyut dan putus,” kata Fauzi saat ditemui di Posko Tim SAR Gabungan di Salareh Aia Timur, Agam, Sumatera Barat, Minggu .Baca juga: Solidaritas Ibu-ibu Dapur Umum Banjir Agam: Selagi Sehat, Kami Bantu SemuaFauzi menyebutkan, distribusi logistik menjadi terhambat lantaran putusnya jembatan. Ia berharap akses antar kampung kembali pulih dengan cepat.“Terkait akses kami sangat berharap cepat pulih dan dibangun jembatan darurat yang bisa diandalkan masyarakat kami.""Jembatannya yang kuat dan bisa mampu menahan air saat naik ataupun kayu yang berkualitas baik,” tambah Fauzi.


(prf/ega)