Game Lawas dan Modern Ternyata Punya Dampak Psikologis Berbeda

2026-01-11 14:51:03
Game Lawas dan Modern Ternyata Punya Dampak Psikologis Berbeda
Ringkasan berita: - Sejumlah psikolog menyoroti perbedaan mencolok antara video game era 1990-an dan game modern saat ini, terutama dari sisi dampak psikologis pada anak-anak.Secara umum, psikolog melihat, game 1990-an dinilai lebih berfokus pada tantangan, proses belajar, dan rasa selesai/tamat. Sementara banyak game modern dianggap dirancang untuk mempertahankan pemain selama mungkin melalui sistem adiktif, yang berpotensi memengaruhi pola pikir, emosi, dan kebiasaan anak.Seorang konselor kesehatan mental berlisensi dan mantan guru, Veronica Lichtenstein menilai game modern tidak lagi sekadar menawarkan hiburan, melainkan sengaja dibangun untuk mendorong pemain terus bertahan di dalamnya.Caranya halus, lewat rasa tidak nyaman dalam dosis kecil. Ini diyakini cukup untuk mendorong pemain mengeluarkan uang sebagai solusi tercepat.Baca juga: Game Sihir Hogwarts Legacy Bisa Di-download Gratis di Epic Games StoreMenurut dia, banyak game saat ini memantau setiap aksi pemain. Data itu kemudian dipakai algoritma untuk memunculkan dorongan yang pas, mulai dari notifikasi, tantangan harian, hingga penawaran item berbayar yang muncul di momen kritis, tepat ketika pemain hampir menyerah.“Semua ini menciptakan lingkaran adiksi yang sempurna. Tidak ada benar-benar ‘tamat’, jadi pemain tidak pernah mendapatkan rasa selesai,” kata Lichtenstein.Ia menggambarkan pola ini sebagai “junk-food dopamine”, yaitu lonjakan kesenangan singkat yang cepat menghilang.Efeknya, anak-anak dilatih untuk mengejar stimulasi instan, bukan kepuasan jangka panjang yang lebih stabil seperti yang umum dialami pemain game era 1990-an.Fenomena ini berbeda dengan game era 90-an. Lichtenstein mengingat kepuasan yang dirasakannya saat menamatkan game tahun 90-an dan mendeskripsikannya sebagai "kemenangan sejati".“Kita berjuang melewati level, menghafal pola, dan akhirnya melihat akhir cerita. Ini rasanya seperti kita telah mencapai sesuatu. Otak memberi kita kepuasan yang solid dan tahan lama, seperti menyelesaikan proyek yang sulit," kata Lichtenstein.Baca juga: Tradisi Tahunan Game Call of Duty Berakhir, Black Ops 7 Jadi PemicuDok. Pinterest/ Bambi Villanueva. Ilustrasi orang main game MLBB.


(prf/ega)