MEDAN, - Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara menyampaikan pergeseran anggaran RAPBD 2026 akan dilakukan untuk pemulihan usai bencana banjir dan longsor."Sudah ada penjelasan dari Kemendagri untuk pascabencana, pemulihan pascabencana, itu diperbolehkan nanti ada perubahan-perubahan," kata Bobby di Kodam I Bukit Barisan, Minggu ."Di Sumut kita sudah ketok (RAPBD 2026). Kita sudah sepakati antara Pemprov dan DPR. Jadi, untuk ke depannya, ini diperbolehkan adanya perubahan-perubahan penyesuaian untuk pemulihan pascabencana," sambungnya.Baca juga: Mayjen Rio Berpesan untuk Gubsu Bobby Nasution: Izin Tambang Perlu DievaluasiBobby pun menegaskan pergeseran anggaran adalah hal biasa.Sama halnya, di tahun 2025, terjadi pergeseran anggaran karena kebijakan efisiensi yang tertuang di Inpres Nomor 1 Tahun 2025."Nah, jadi jangan nanti heboh lagi, perubahan anggaran, apa segala macam, itu hal biasa, ya," ujarnya."Gak mungkin hasil efisiensi kami hilangkan, itu yang enggak boleh. Itu yang silahkan kami diperiksa," tambahnya.Baca juga: Dampingi Prabowo ke Lokasi Banjir Langkat, Bobby: Warga Keluhkan Air Bersih dan Tanggul JebolSebelumnya diberitakan, Bobby Nasution merespons kabar terkait pemotongan anggaran bencana di Sumut tahun 2025 dari Rp 843 miliar menjadi Rp 98 miliar melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD)."Yang ngomong siapa itu (ada pemangkasan)?" ujar Bobby dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com dari Pemprov Sumut, Kamis .Bobby mengatakan bahwa anggaran bencana yang disahkan bersama DPRD melalui RAPBD berjumlah Rp 123 miliar."Boleh silakan dilihat dari RAPBD 2025, kalau dibilang di awal angkanya Rp 800 miliar (lebih), bukannya dari RAPBD yang disahkan bersama-sama dengan DPRD itu angkanya Rp 123 miliar," ujar dia.Baca juga: Pantau Pemulihan Bencana di Sumut, Prabowo Bersama Bobby Nasution Tinjau Lokasi Pengungsian di Langkat Dia lalu menyampaikan bahwa memang ada efisiensi anggaran bencana di Sumut tahun 2025.Kebijakan itu diambil lantaran Pemprov Sumut mengikuti kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.Namun, Bobby tidak merinci berapa dana yang dipangkas."Sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 kan kita ada efisiensi, kita disuruh efisiensi, kita efisiensi kan. Nah pertanyaannya efisiensi uangnya ditaruh di mana, kan enggak mungkin enggak kita cantumkan," ujar Bobby.Baca juga: Penjelasan Bobby soal Isu Pemotongan Anggaran Bencana di SumutLebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa anggaran yang diefisiensi dari berbagai sektor dipindahkan ke belanja tak terduga (BTT) yang juga digunakan untuk pembayaran bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) tahun 2024 lalu."Diletakkan uangnya di BTT, tapi sebelumnya kita lihat dulu ya, BTT yang dianggarkan dari awal itu sudah digunakan untuk PON, pembayaran atlet yang saat itu tidak semua dialokasikan, baik bonus atlet PON maupun Peparnas," tuturnya.Kemudian, kata dia, ada BTT yang digunakan untuk perbaikan infrastruktur di Nias Barat, yang sebelumnya juga tidak dialokasikan di APBD."Lalu untuk Nias Barat, yang jembatannya terputus itu menggunakan BTT juga, karena tidak dianggarkan sebelumnya, jadi Rp 800 miliar itu kalau mau dilihat dari R-APBD silakan buka, berapa angkanya itu saya rasa," kata Bobby.
(prf/ega)
Soal Anggaran Pemulihan Bencana, Bobby Nasution: Akan Ada Perubahan di RAPBD 2026 Sumut
2026-01-11 23:22:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:39
| 2026-01-11 23:19
| 2026-01-11 22:07
| 2026-01-11 21:35










































