BANDA ACEH, - Empat ekor gajah yang sempat diturunkan untuk membantu penanganan bencana di Aceh kini diistirahatkan. Mereka dipastikan dalam kondisi sehat. Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata mengatakan, keempat satwa itu bernama Midok, Abu, Aziz, dan Nonik.Kondisi mereka sehat dan bugar, tidak ditemukan adanya luka, lecet, atau indikasi cedera."Gajah sudah tidak beraktivitas, sudah berhenti, tidak kerja lagi," kata Ujang saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis .Baca juga: Gajah Bantu Manusia, Jangan Ganggu Rumah Mereka...Ujang menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, kondisi satwa ini segar dan sehat."Sekarang relaksasi, kita tetap lanjut bakti sosial dengan tenaga petugas, yang penting gajah-gajah itu sehat," ujarnya.Ujang mengakui, pelibatan gajah dalam hal ini telah menarik perhatian perhatian banyak kalangan. Atensi tersebut merupakan bentuk rasa sayang masyarakat terhadap gajah."Saran, masukan, kritik kita tetima karena pada dasarnya kita semua sayang dengan gajah dan satwa liar. Atensi luar biasa ini justru menjadi penyemangat kami untuk semakin baik," ujar dia. Sebelumnya, Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan empat ekor gajah terlatih beserta tim pendukungnya ke sejumlah titik lokasi dampak bencana banjir di Aceh.Seperti halnya di Kabupaten Pidie Jaya pada Minggu . Upaya ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pasca dampak banjir di sana.Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata mengatakan, proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian, perencanaan yang matang serta mengutamakan penerapan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).Baca juga: Saat 4 Gajah Perkasa Bantu Evakuasi dan Trauma Healing Korban Banjir Pidie Jaya AcehSebelum gajah jinak tersebut diturunkan, tim BKSDA Aceh terlebih dahulu melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi lokasi, aksesibilitas, tingkat keamanan, dan kebutuhan operasional."Hasil survei tersebut menjadi dasar penentuan rute, titik kerja, area istirahat gajah, serta pengaturan durasi kerja yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi satwa," kata Ujang dalam keterangan tertulisnya, Selasa .Sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan gajah, kata Ujang, tim memastikan bahwa area istirahat telah dipersiapkan secara memadai, termasuk ketersediaan pakan yang cukup, suplemen pendukung, serta sistem pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala."Kebutuhan air minum satwa juga menjadi perhatian utama. Untuk menjamin kecukupan konsumsi air, tim menyiagakan satu unit mobil slip-on berisi tangki dan selang air yang stand by setiap saat di lokasi kerja," ujarnya.Baca juga: Nestapa Gajah SumateraMenurut dia, pemanfaatan gajah terlatih untuk penanganan bencana sebenarnya telah diterapkan di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia saat bencana tsunami Aceh tahun 2004 lalu.Ini merupakan salah satu bentuk guna liman atau pemanfaatan gajah secara lestari dengan prinsip kehati-hatian.Gajah memiliki kemampuan yang membuatnya efektif dalam penanganan bencana selama dilakukan secara aman, didampingi mahout/petugas, dan mengedepankan kesejahteraan satwa.“Keempat gajah terlatih itu diangkut menggunakan truk langsir dari tempat tambat menuju lokasi target penanganan, hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan gajah termasuk menghidari stres sebelum mendukung penanganan area terdampak banjir," tuturnya.
(prf/ega)
4 Gajah yang Bantu Evakuasi Banjir di Pidie Jaya Aceh Diistirahatkan, Kondisinya Dipastikan Sehat
2026-01-11 04:09:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:46
| 2026-01-11 03:31
| 2026-01-11 03:05
| 2026-01-11 02:06










































