8 Jurusan Prioritas Beasiswa LPDP Sesuai Agenda Pembangunan Nasional

2026-01-11 22:33:51
8 Jurusan Prioritas Beasiswa LPDP Sesuai Agenda Pembangunan Nasional
- Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut mengubah prioritas pemberian beasiswa dalam rangka memperkuat Asta Cita pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.Mulai 2026 ada delapan bidang ilmu atau jurusan yang mendapat porsi lebih besar untuk digeluti para penerima beasiswa.Tahun 2025 LPDP menargetkan 65 persen penerima beasiswanya adalah untuk rumpun studi STEM.“Mungkin tidak akan pernah 100 persen (diarahkan ke STEM) karena kita tetap membutuhkan non-STEM (sosial humaniora) yang mendukung kemajuan STEM ke depan” ujar Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso pada 17 Juli, dikutip dari situs lembaga tersebut, Rabu .Baca juga: Sosok Boy, Lolos Beasiswa LPDP dan Kemenlu Jerman Berkat Bahasa IndonesiaDeputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Ojat Darojat menegaskan pentingnya memastikan tata kelola beasiswa LPDP yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan.Menurut Ojat, penguatan program studi di bidang digital, STEM (Science, Technology, Engineering, and Maths), serta SHAPE (Social, Humanities, Arts for People, and Economy) menjadi hal penting."Beasiswa LPDP tidak hanya harus menyiapkan talenta unggul di bidang STEM, tetapi juga SHAPE. Pendekatan multidisipliner menjadi kunci agar program studi benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan pembangunan manusia Indonesia," ujar Ojat pada pemberitaan tertanggal 24 September di situs Kemenko PMK.DOK. Tangakapan layar Instagram LPDP Ilustrasi beasiswa LPDP 2025Adapun 8 jurusan prioritas tersebut mencakup:1. Pangan2. Energi3. Maritim4. Kesehatan5. Digitalisasi6. Pertahanan7. Hilirisasi8. Manufaktur maju.Baca juga: Tips Jawab Pertanyaan Menjebak Seleksi Wawancara Beasiswa LPDP ala Patrick StevenRegional Advanced Laboratorium for AI and Humanity rencananya akan dibangun sebagai pusat riset unggulan multidisipliner berbasis co-creation.Tersebar di universitas-universitas hub di enam wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali-NusaTenggara, dan Papua.Berfungsi sebagai pusat kolaborasi regional sekaligus membentuk konsorsium dengan perguruan tinggi sekitarnya. Hal ini agar tercapai pemerataan akses dan riset di seluruh Indonesia.Laboratorium ini akan menghubungkan bidang STEM dan SHAPE, untuk mendukung riset kolaboratif, pengembangan talenta digital, serta inovasi teknologi strategis nasional.Baca juga: Kiat Rizal Lulus S2 UGM dengan IPK 4,00 Hanya 1 Tahun 10 Bulan lewat Beasiswa LPDPPrinsipnya akan terbuka (open access) alias akses tidak hanya bagi akademisi, tetapi juga industri dan pemerintah.


(prf/ega)