ACEH UTARA, – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, telah berkali-kali meminta alat kesehatan, bahan habis pakai, dan mesin generator listrik ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pasca banjir 26 November 2025.Namun, hingga memasuki pekan ketiga, belum ada bantuan dari Kemenkes RI.Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Utara, Mahzar, kepada Kompas.com, Minggu , menyebutkan bahwa sejak rapat daring pertama pascabanjir hingga hari ini, permintaan sudah dilaporkan ke Kemenkes, namun belum ada tindak lanjut bantuan.“Dalam rapat dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin juga sudah kita laporkan. Kita butuh minimal sekali, alat kesehatan, bahan habis pakai, emergency kit. Itu tidak ada sampai sekarang,” katanya.Baca juga: Curhat Anak-anak Korban Banjir Aceh Utara Rindu Sekolah: Tak Ada Lagi Baju Sekolah...Ia mencontohkan, seluruh peralatan kesehatan di puskesmas telah dibersihkan namun tidak bisa disterilkan sehingga tidak layak digunakan untuk penanganan pasien.Selain itu, sebagian besar alat kesehatan hilang tersapu banjir.Contoh lain adalah mesin generator listrik. Hingga hari ini, suplai listrik masih terjadi pemadaman bergilir.“Bahkan Puskesmas Langkahan belum menyala sama sekali, sementara kami harus mengaktifkan minimal Instalasi Gawat Darurat (IGD) di 19 puskesmas paling parah terdampak banjir,” katanya.Untuk itu, ia meminta agar Kemenkes RI segera mengirimkan bantuan agar korban banjir bisa mendapat layanan kesehatan yang memadai.Dengan segala keterbatasan yang ada, seluruh puskesmas terdampak banjir telah mengaktifkan layanan minimum.“Minimal IGD kami aktifkan dulu sehingga korban banjir tahu ke mana bisa berobat selain dibantu tim relawan di posko pengungsian,” katanya.Baca juga: Saat Korban Bencana Aceh Tamiang Tertegun Terima Bantuan dari Pembaca Kompas.comOperasi penuh selama 24 jam itu, sambung Mahzar, mengikuti instruksi Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil.“Kami maksimalkan dengan segala keterbatasan yang ada, kami harap pemerintah pusat bisa mendukung pemulihan sektor kesehatan,” pungkasnya.Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten paling parah mengalami kerusakan akibat banjir pada 26 November 2025.Hingga kini, lebih dari 7.000 pengungsi tersebar di 25 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara.
(prf/ega)
Berkali-kali Aceh Utara Minta Alkes ke Kemenkes, Namun Bantuan Tak Kunjung Tiba
2026-01-11 14:39:42
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 14:44
| 2026-01-11 14:34
| 2026-01-11 14:30
| 2026-01-11 14:30
| 2026-01-11 13:44










































