BENGKULU, - Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengunjungi kawasan hutan habitat gajah yang rusak akibat perambahan perkebunan sawit di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Selasa .Kunjungan difokuskan di Kawasan Bentang Alam Sebelat, tepatnya di wilayah Hutan Produksi Terbatas (HPT) Lebong Kandis, Desa Lubuk Talang, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko.Kedatangan Wamen menjadi respons atas laporan masyarakat mengenai maraknya perambahan hutan oleh perkebunan sawit yang merugikan manusia dan satwa liar, terutama gajah dan harimau."Komitmen Kemenhut yakni menjaga hutan di Indonesia sesuai arahan presiden. Sejak Januari kami melakukan 44 operasi pengamanan. Dua puluh satu kasus sudah dinyatakan P-21," ujar Rohmat di lokasi.Baca juga: Rumah Gajah Sumatera di Bengkulu Lenyap karena Sawit, Aktivis Desak Menhut BertindakIa menambahkan, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) sebelumnya telah menertibkan sawit ilegal seluas 3,4 juta hektar, tambang ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun, tambang ilegal di Mandalika, serta tambang pasir di Merapi bersama kepolisian.Pada Minggu , Kemenhut melalui Gakkumhut Sumatera bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Sebelat (BBTNKS), BKSDA, dan Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu menindaklanjuti laporan perambahan di HPT Lebong Kandis, Hutan Produksi (HP) Air Rami, dan Bentang Sebelat yang merupakan habitat gajah Sumatera."Ada lima titik koordinat perambahan, baik di HP, HPT, maupun sebagian kecil di TNKS," kata Rohmat.Pada 31 Oktober 2025, tim TNKS menemukan pembukaan lahan sekitar empat hektar di perbatasan HPT Lebong Kandis dan TNKS. "Di wilayah TNKS yang dirambah kami temukan kotoran gajah liar," tambahnya.Rohmat menjelaskan, di Bentang Sebelat saat ini teridentifikasi 25 ekor gajah, termasuk sepuluh gajah jinak di Taman Wisata Alam Sebelat, lima gajah di HP Air Teramang, HPT Air Ipuh 2, dan HPT Air Ipuh 1 yang dikelola PT Bentara Arga Timber (BAT).Sementara di HPT Lebong Kandis dan HP Air Rami dalam konsesi PT Anugerah Pratama Inspirasi (API) terdapat enam gajah liar dan empat gajah jantan."Total tersisa 25 ekor. Namun kami merasa senang karena masih ditemukan tiga anak gajah yang dikawal dua gajah dewasa. Ini menandakan gajah liar masih berkembang biak," ungkapnya.Ia menegaskan, instruksi presiden dan menteri kehutanan sangat jelas: mengamankan kawasan hutan yang menjadi kantong gajah di Indonesia, termasuk di Bentang Sebelat, Bengkulu."Ada dua puluh dua kantong gajah di Sumatera, termasuk di Sebelat. Kawasan ini harus kita amankan dan pulihkan agar populasinya bertambah," lanjut Rohmat.Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan akan melakukan penguasaan kembali dan memperkuat pengamanan dengan membangun pos pengawasan di lokasi."Nantinya akan dibuat pos pengamanan dan pemantauan di hutan yang dirambah," katanya.
(prf/ega)
Rohmat Marzuki: Gajah Sumatera Terdesak akibat Hutan Dirambah Sawit
2026-01-12 03:44:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:39
| 2026-01-12 04:35
| 2026-01-12 03:44
| 2026-01-12 03:33
| 2026-01-12 02:00










































