Simbol Duka atas Kematian Irine Sokoy, Puluhan Perempuan dan Anak Gelar Aksi 1.000 Lilin

2026-01-10 09:53:55
Simbol Duka atas Kematian Irine Sokoy, Puluhan Perempuan dan Anak Gelar Aksi 1.000 Lilin
SENTANI, – Puluhan perempuan bersama anak-anak menggelar aksi seribu lilin di area jalan masuk Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Kamis malam.Aksi ini sebagai bentuk duka mendalam atas meninggalnya Irine Sokoy dan bayi yang dikandungnya akibat ditolak empat rumah sakit di Kota dan Kabupaten Jayapura pada Senin .Dalam aksi yang berlangsung tenang dan penuh haru ini, para perempuan dan anak-anak berdiri berjejer sambil memegang lilin dan poster berisi seruan keadilan untuk Irine Sokoy.“Aksi kami malam ini adalah bentuk duka cita atas meninggalnya Irine Sokoy dan bayi dalam kandungan karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan untuk melahirkan,” kata salah satu peserta aksi Dorthea Wally pada Kamis malam.Baca juga: Diabaikan Rumah Sakit, Keluarga Irine Sokoy Pertimbangkan Tempuh Jalur HukumMereka menyuarakan agar ada perbaikan layanan kesehatan di rumah sakit sehingga ke depan tidak ada lagi perempuan Papua yang kehilangan nyawa karena ditolak rumah sakit.“Sangat miris karena di tengah kota ini masih ada perempuan Papua yang meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan." "Untuk itu, aksi kami malam ini juga untuk menyerukan perbaikan layanan kesehatan di rumah sakit yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura ini agar ke depan tak ada lagi perempuan Papua meninggal karena kasus yang sama,” pintanya.Senada dengan itu, peserta aksi lainnya Rita Tokoro menyampaikan bahwa kasus Irine Sokoy harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dan otoritas kesehatan.Rita berharap lilin-lilin yang menyala bukan sekadar simbol duka, tetapi juga harapan agar kematian Irine Sokoy menjadi yang terakhir, serta menjadi momentum perbaikan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Papua.“Kasus ini harus menjadi yang terakhir, tidak boleh terulang lagi kasus yang sama dan setiap warga Papua berhak mendapatkan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi atau penolakan,” tuturnya.Baca juga: Hasil Investigasi Kemenkes, Ini Penyebab 4 RS di Papua Tolak Ibu Hamil Irene SokoySementara itu, anggota Majelis Rakyat Papua Pokja Perempuan, Febiola Ohee yang turut hadir dalam aksi ini menyebut kematian Irine Sokoy sebagai tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja.Melalui kasus ini, pihaknya mendesak agar adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan dan layanan kesehatan di Papua yang selama ini yang dinilai sering menyulitkan pasien, terutama perempuan dan anak-anak.“Terima kasih untuk semua perempuan papua yang terpanggil untuk melakukan aksi kepedulian terhadap kematian saudara kita Irine Sokoy yang sangat miris sekali." "Ini juga membuka tabir buruknya pelayanan kesehatan di rumah sakit yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura ini,” ujarnya.“Melalui kasus ini kita ingin agar ada perubahan pelayanan di seluruh rumah sakit, sehingga ke depan tidak ada lagi Irine Sokoy lain yang menjadi korban penolakan rumah sakit." "Tidak bolah lagi ada perempuan papua yang meninggal karena ditolak rumah sakit,” terangnya.


(prf/ega)