Halte Bus Hijau, Bisa Menjadi Solusi Dinginkan Area Perkotaan

2026-01-11 04:12:55
Halte Bus Hijau, Bisa Menjadi Solusi Dinginkan Area Perkotaan
- Kota-kota di dunia semakin banyak yang mengadopsi konsep halte bus hijau, yakni halteyang dihiasi tanaman asli dan taman penyerbuk.Hal ini mampu mengubah halte transit biasa menjadi ekosistem kecil namun berkembang. Konsep ini pun dinilai bisa mendinginkan jalanan, mendukung satwa liar dan menunjukkan bagaimana kota dapat mengintegrasikan alam ke dalam kehidupan sehari-hari.Melansir Happy Eco News, Selasa halte bus tradisional berfokus untuk melindungi penumpang. Sementara halte bus hijau biasanya memiliki atap kompak yang dilengkapi dengan tanaman sukulen, bunga liar, dan rumput asli.Selain nilai estetika, halte ini membantu mendinginkan area sekitarnya, menarik penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu, dan mendorong penduduk untuk mempertimbangkan kembali bagaimana ruang hijau perkotaan dapat dirancang.Baca juga: Banjir Ancam Kota Pesisir di Dunia, Risikonya Terus MeningkatMeskipun satu halte tampak tidak signifikan, dampak kolektifnya bisa sangat besar. Misalnya saja di Boston yang baru-baru ini memasang 30 halte bus hijau. Pemerintah kota tersebut memperkirakan bahwa jika semua 8.000 halte bus memiliki atap hijau, kota itu akan mendapatkan 17 hektar ruang hijau baru, kira-kira seukuran 13 lapangan sepak bola.Para ahli pun mencatat bahwa tindakan kecil dapat terakumulasi menjadi perubahan perkotaan yang bermakna, menghasilkan manfaat lokal yang menyebar ke seluruh lingkungan.Atap hijau dapat mengurangi suhu di sekitar sehingga membantu mengatasi efek pulau panas perkotaan. Seiring kota-kota mengalami musim panas yang lebih panas dan gelombang panas yang lebih intens, efek pendinginan ini menjadi semakin berharga.Pemasangan halte bus hijau membutuhkan rekayasa yang cermat. Struktur harus mampu menopang berat tanah, air, dan tanaman. Setiap halte mencakup penghalang akar, lapisan drainase, dan tanah ringan yang menahan kelembapan tanpa menciptakan beban berlebihan.Pemilihan tanaman sama pentingnya. Spesies asli mendukung keanekaragaman hayati lokal dengan menyediakan makanan dan habitat bagi serangga dan burung.Baca juga: Perluasan Kota Ancam Akses Air Bersih pada 2050, Ini StudinyaSementara itu kebutuhan pemeliharaannya juga minim. Ini karena penggunaan tanaman tahan kekeringan hanya membutuhkan sedikit penyiraman setelah tumbuh stabil.Penyiangan gulma dan inspeksi sesekali biasanya sudah cukup untuk menjaga sistem tetap berfungsi dengan baik.Seiring konsep ini menyebar ke seluruh dunia, kota-kota mengadaptasi ide tersebut sesuai dengan kondisi lokal. Daerah kering menggunakan tanaman sukulen yang hemat air, kota-kota beriklim sedang lebih menyukai flora asli campuran, dan daerah tropis menggabungkan tanaman rimbun yang cocok untuk curah hujan yang melimpah.Meskipun biaya pemasangannya lebih tinggi daripada halte standar, banyak kota menganggap investasi ini sepadan karena manfaat pendinginan yang dihasilkan mengurangi penggunaan energi di sekitarnya dan pengelolaan air hujan meningkatkan ketahanan kota secara keseluruhan.Pada akhirnya, halte bus hijau menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak selalu membutuhkan intervensi skala besar. Jaringan instalasi hijau kecil yang tersebar dapat memberikan keuntungan lingkungan yang signifikan.


(prf/ega)