SURABAYA, - Aparat kepolisian membantah Kakek Ahwa meninggal karena diusir dari tempat tinggalnya di Surabaya, Jawa TImur. Polisi menyatakan bahwa perkara tersebut telah selesai sebelum kematiannya.Kapolsek Bubutan, AKP Vonny Farizky, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangani masalah sewa rumah antara pemilik dan penghuni di Jalan Kepatihan 7, RT 06, RW 02, pada Oktober 2025."Bhabinkamtibmas kami bergerak untuk mengambil permasalahan. Melibatkan kita agar ada titik temu permasalahan, biar ada solusi," kata Farizky di Kantor Gubernur Jatim, Selasa .Ia menjelaskan, kedua belah pihak yang berselisih dipertemukan di Polsek Bubutan untuk mediasi."Kami waktu itu menyediakan ruang mediasi, agar tidak ada intervensi dari pihak luar ya, agar netral gitu. Akhirnya ditemukanlah titik temu permasalahannya," ucapnya.Farizky menegaskan bahwa kesepakatan tersebut diterima oleh semua pihak yang hadir, termasuk keluarga penyewa dan perwakilan warga."Bapak dan ibunya juga hadir di ruang mediasi menerima hasil keputusan sama-sama, ada Ketua RT, RW, bhabinkamtibmas. Dan dari pihak yang menyewa tempat juga menerima," tambahnya.Kapolsek Bubutan membantah adanya pengusiran terhadap Kakek Ahwa.Menurutnya, kesepakatan yang dicapai adalah pemberian sejumlah uang kompensasi kepada penyewa."Bukan pembongkaran, tidak ada pembongkaran, karena sudah ada titik temu mediasi dan penyewa mau untuk keluar dari tempat itu. Sudah ada mediasi tadi, jadi tidak ada pembongkaran," jelasnya.Farizky menambahkan bahwa Kakek Ahwa meninggal dunia setelah kesepakatan tersebut tercapai, diduga karena kelelahan saat mengeluarkan barang-barang dari rumah.Baca juga: Niat Cari Daun Singkong, Seorang Kakek di Subang Tercebur ke Sumur Tua Sedalam 20 Meter"Jadi kalau misalnya informasinya, (meninggal) gara-gara permasalahan ini. Kita sudah menyelesaikan dan kedua belah pihak sudah menemukan titik temu yang terbaik," ujarnya.Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya guna menghindari kesalahpahaman."Kita berharap warga Surabaya jangan sampai menerima informasi yang salah. Karena kita sekarang memang keadaannya, sering ada informasi yang misalnya tidak sesuai," ucapnya."Ketika menerima informasi, coba diseleksi lagi supaya tidak terjadi gesekan informasi yang lebih negatif ya, ketika menerima informasi. Menurut saya seperti itu," tutupnya.
(prf/ega)
Polisi Bantah Kakek di Surabaya Meninggal Usai Diusir dari Rumahnya
2026-01-11 03:54:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:31
| 2026-01-11 03:14
| 2026-01-11 03:00
| 2026-01-11 02:18










































