Studi Ungkap Konsumen Air Minum Dalam Kemasan Bisa Menelan 90.000 Mikroplastiik Per Tahun

2026-01-11 00:17:50
Studi Ungkap Konsumen Air Minum Dalam Kemasan Bisa Menelan 90.000 Mikroplastiik Per Tahun
- Produk plastik sekali pakai, seperti botol air minum, telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat modern.Keberadaannya turut menyumbang signifikan terhadap penumpukan sampah plastik di tempat pembuangan akhir, sungai, laut, hingga kawasan alami.Sebagaimana diberitakan The Independent, Senin , kondisi ini tidak hanya memperparah pencemaran lingkungan, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati.Seiring itu, meningkatnya keberadaan mikroplastik berukuran 1 mikrometer hingga 5 milimeter serta nanoplastik yang lebih kecil dari 1 mikrometer memicu kekhawatiran serius akan dampak buruknya terhadap kesehatan manusia.Sebuah tinjauan ilmiah terbaru mengungkap temuan mengkhawatirkan terkait kebiasaan mengonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK).Studi tersebut mengungkap bahwa kebiasaan mengonsumsi air minum dalam botol plastik dapat membuat seseorang menelan lebih dari 90.000 partikel mikroplastik tambahan setiap tahun.Baca juga: 18 Wilayah dengan Kontaminasi Mikroplastik Tertinggi di Indonesia, Jakarta Pusat Nomor 1Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan individu yang memenuhi kebutuhan cairannya dari air keran.Dalam tinjauan yang mengompilasi hasil dari ratusan penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa rata-rata manusia menelan sekitar 39.000 hingga 52.000 partikel mikroplastik per tahun.Namun, angka itu melonjak drastis pada individu yang memenuhi kebutuhan cairan hariannya hampir sepenuhnya dari air kemasan sekali pakai.Sebaliknya, mereka yang mengonsumsi air keran tercatat hanya menelan sekitar 4.000 partikel mikroplastik dalam periode yang sama.Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil, berkisar dari seperseribu milimeter hingga lima milimeter.Partikel ini kian mudah masuk ke rantai konsumsi manusia, salah satunya melalui air minum yang dikonsumsi sehari-hari.Baca juga: Mikroplastik Berbahaya Bagi Tubuh, Ini Cara Mudah Kurangi Kandungannya dalam Air MinumDOK. Shutterstock/Shutterstock AI. Ilustrasi air minum kemasan dalam galon. Bupati Manggarai Barat, NTT, Edistasius Endi, meminta semua hotel-hotel di Labuan Bajo agar tidak menggunakan air mineral kemasan plastik.Para peneliti dari Universitas Concordia di Kanada menjelaskan, botol plastik dapat melepaskan mikroplastik selama berbagai tahapan, mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi.Paparan sinar matahari serta perubahan suhu yang ekstrem mempercepat degradasi botol, sehingga partikel-partikel kecil tersebut terlepas ke dalam air yang dikonsumsi.


(prf/ega)