JAKARTA, - Film Agak Laen, Menyala Pantiku! siap menyapa para pecinta film, khususnya komedi di jaringan bioskop-bioskop Tanah Air hari ini, Kamis .Film produksi Imajinari ini memang sudah dinanti kedatangannya setelah film pertamanya mendapat antusias yang luar biasa dengan capaian 9 juta penonton.Masih ditulis dan disutradarai oleh Muhadkly Acho, Agak Laen Menyala Pantiku mengusung genre komedi investigasi.Menceritakan tentang Bene, Jegel, Boris dan Oki yang mendapat kesempatan terakhir untuk memperjuangkan karier mereka sebagai detektif, dalam sebuah misi penyamaran di panti jompo.Baca juga: Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Siap Tayang di MalaysiaKalau pada film yang pertama kuarted ini harus menutupi kematian pejabat di rumah hantu, kini, Boris dkk harus menemukan pelaku pembunuhan anak Wali Kota sebuah wilayah bernama Yamakarta.Sejak awal, Acho dan para produser Ernest Prakasa-Dipa Andika memang sudah menekankan bahwa Agak Laen akan menyuguhkan cerita baru pada setiap penggarapannya, seperti Warkop DKI.Namun tak disangka, langkah itu justru menjadi strategi yang bagus untuk membuat film keduanya terasa lebih lucu dengan cerita yang fresh. Acho berhasil menyajikan komedi ringan yang dibangun dari situasi menegangkan, kemudian memberikan sebuah tembakan punchline pada adegan-adegan dalam film, yang hampir tak pernah gagal mengundang gelak tawa penonton.Baca juga: Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Rilis Trailer, Usaha Detektif Bongkar Kasus Kriminal Besar di Panti JompoTerlebih, dua adegan yang sensasional dan emosional itu. Bisa dijamin, kalimat "kau akan terpingkal sampai lompat dari kursi bioskop" tak akan terdengar berlebihan bila penonton dapat menyimak dengan baik alur cerita hingga sampai di adegan itu.Walaupun pada adegan-adegan emosional, penyelesaiannya seperti agak terburu-buru sehingga terasa patah. 'Baru mau sedih, eh udah lucu lagi' Begitulah kira-kira ungkapan yang tepat. Dalam film ini, Boris didapuk memainkan konflik drama yang lebih intens. Perannya sebagai seorang ayah anak satu, yang tengah menghadapi proses perceraian dengan sang istri membuat cerita ini sedikit lebih sentimentil. Bumbu isu personal pada film ini bisa menjadi daya tarik tersendiri (khususnya yang tertarik mengikuti perjalanan pernikahan Boris), mengingat "status duda" kerap jadi bahan roasting Oki, Bene dan Jegel terhadap Boris, setidaknya pada dua preskon filmnya.Baca juga: Cerita Bene Dion Rahasiakan Satu Adegan Penting dalam Film Agak Laen: Menyala Pantiku! dari Boris hingga Indra JegelMeski Boris yang dapat tugas pegang beban drama, yang mengherankan adalah peningkatan kualitas akting Bene Dion yang nampak lebih luwes. Kalau di Agak Laen pertama kan angktinya.. ah sudahlah.. (Tolong anggap ini pujian lho ya bang.. he he).Selain cerita yang lebih lucu, unsur budaya Batak juga terasa lebih tebal di film kedua ini. Memilih angle ikatan marga menjadi alasan Bene dkk bisa menyusup ke panti jompo, membuat film ini terasa lebih "batak" dari sebelumnya. Para pasukan bermarga pasti setuju dalam hal ini. Agak Laen: Menyala Pantiku! meninggalkan aftereffect perasaan haru sekaligus harapan baru akan masa depan film komedi Indonesia. Akankah film Agak Laen menjadi standar baru film komedi kita? temukan jawabannya di bioskop mulai 27 November 2025.
(prf/ega)
Review Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Standar Baru Film Komedi Indonesia?
2026-01-11 23:13:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:58
| 2026-01-11 23:46
| 2026-01-11 22:17
| 2026-01-11 22:05
| 2026-01-11 21:52










































