Laporan Mentan soal Penanganan Bencana Dapat Apresiasi Khusus Presiden Prabowo

2026-01-12 10:54:29
Laporan Mentan soal Penanganan Bencana Dapat Apresiasi Khusus Presiden Prabowo
– Laporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait penanganan bencana menjadi sorotan dalam Sidang Kabinet Paripurna 2025. Paparan tersebut menjadi satu-satunya laporan menteri yang secara khusus mendapat tepuk tangan dari Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran kabinet.Dalam sidang yang digelar di Istana Jakarta, Senin , Amran melaporkan langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjamin ketersediaan dan distribusi pangan di daerah terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman.“Izin Bapak Presiden, kami laporkan bantuan pangan ke daerah bencana. Kami sudah mengirimkan beras kurang lebih 44.000 ton sampai dengan hari ini, Senin . Cadangan kami siapkan tiga kali lipat dari kebutuhan, yaitu 120.000 ton di lapangan. Jadi pangan tidak ada masalah, Bapak Presiden,” ujar Amran di hadapan Presiden dan para menteri, seperti dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Selain bantuan beras, Kementan juga menyalurkan bantuan minyak goreng serta dukungan dari internal kementerian dan mitra.Total bantuan pemerintah yang disalurkan mencapai sekitar Rp 1 triliun, sementara bantuan dari pegawai kementerian dan mitra tercatat sebesar Rp 75 miliar.Baca juga: Mentan-KSAL Kirim Bantuan dan 310 Marinir Bantu Korban Banjir Sumatera“Ada dua jenis bantuan. Bantuan dari pemerintah berupa beras dan minyak goreng sekitar 6.000 ton. Kemudian bantuan dari teman-teman kementerian dan mitra. Dua kapal sudah kami berangkatkan. Pada Selasa , (diberangkatkan) satu kapal lagi, sehingga total tiga kapal,” jelas Amran.Ia juga melaporkan dampak bencana terhadap sektor pertanian, khususnya lahan sawah. Ia menyebut sekitar 70.000 hektar (ha) sawah mengalami kerusakan akibat bencana.“Kerusakan sawah di lapangan sekitar 70.000 ha. Insyaallah mulai Januari (2026) kami sudah bisa tangani dan mulai bekerja,” kata Amran.Tak hanya melaporkan penanganan bencana, ia turut memaparkan capaian sektor pertanian sepanjang 2025, termasuk peningkatan kesejahteraan petani.Nilai tukar petani (NTP) tercatat mencapai 124,36 persen, melampaui target 110 persen yang ditetapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.Baca juga: Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani“Izin Bapak Presiden, kesejahteraan petani meningkat. Nilai tukar petani mencapai 124,36 persen. Ini tertinggi dalam sejarah. Khusus padi, total kenaikan pendapatan petani mencapai Rp 120 triliun,” ungkap Amran.Kinerja ekspor pertanian juga menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2025, ekspor pertanian tumbuh 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Hingga akhir Desember 2025, pertumbuhan ekspor diproyeksikan berada di kisaran 33–35 persen.Dari sisi produksi, Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras naik sebesar 4,17 juta ton, lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden.“Produksi beras meningkat 4,17 juta ton. Insyaallah dua minggu ke depan bisa kami umumkan Indonesia mencapai swasembada pangan, dan menjadi yang tercepat, yakni per 1 Januari (2026),” ucap Amran.Baca juga: Aceh Tengah Tambah Stok Beras 100 Ton untuk Antisipasi Bencana


(prf/ega)