Catat, Ini 3 Titik Kemacetan di Jalur Puncak

2026-01-12 15:20:55
Catat, Ini 3 Titik Kemacetan di Jalur Puncak
JAKARTA, – Lonjakan volume kendaraan saat akhir pekan dan musim libur panjang masih menjadi tantangan utama di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), kepolisian mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi menjadi sumber kemacetan dan perlu diantisipasi.Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bogor AKP Rizky Guntama sebelumnya menjelaskan, terdapat tiga titik utama yang paling sering menjadi sumber kemacetan, yakni Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, dan kawasan Pasar Cisarua.Baca juga: Waspada Copet! Tips Aman Naik Bus AKAP Liburan“Titik-titik hambat utama sebenarnya hanya tiga, yaitu di Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, dan Pasar Cisarua,” ujar Rizky dikutip dalam keterangan resmi belum lama ini.Menurut Rizky, kemacetan di Simpang Pasir Muncang umumnya dipicu oleh penyempitan lajur kendaraan.Lebar jalan yang semula sekitar 12 meter menyempit menjadi kurang lebih 6 meter, terutama bagi kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol (GT) Ciawi atau dari arah Jakarta menuju Puncak.Kondisi tersebut diperparah oleh lalu lintas angkutan kota yang melintas di jalur tersebut, perpotongan arus kendaraan, serta adanya parkir di bahu jalan di sekitar minimarket dan restoran.KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Polisi menyetop arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak atau pintu masuk tepatnya di Simpang Gadog, Jalan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu siangSementara itu, kepadatan di Simpang Megamendung disebabkan oleh arus kendaraan yang keluar-masuk jalur sempit, perpotongan arus, serta penyempitan badan jalan dari sekitar 10 meter menjadi kurang lebih 7 meter.Aktivitas pedagang yang memanfaatkan bahu jalan, ditambah kendaraan umum yang berhenti sembarangan, turut memperparah kemacetan di lokasi ini.Adapun di kawasan Pasar Cisarua, kepadatan lalu lintas dipicu oleh tingginya aktivitas ekonomi masyarakat.Jalan yang relatif sempit, kendaraan yang berhenti tidak pada tempatnya, serta intensitas penyeberangan pejalan kaki menjadi faktor utama yang memperlambat arus kendaraan.“Banyak juga masyarakat yang menyeberang jalan sehingga memperlambat arus kendaraan,” kata Rizky.Baca juga: Waspada Copet! Tips Aman Naik Bus AKAP LiburanSelain itu, rekayasa lalu lintas berupa penerapan sistem satu arah (one way) juga disiapkan apabila terjadi lonjakan volume kendaraan. Polisi turut mengimbau pengendara dari arah Jakarta yang hendak menuju Cianjur atau Bandung agar memanfaatkan jalur alternatif.Jalur alternatif pertama dapat ditempuh melalui Cibubur–Cileungsi–Jonggol–Cariu–Cikalong–Cianjur. Sementara alternatif kedua melalui Ciawi atau Tol Bocimi–Cicurug–Cibadak–Kota Sukabumi–Cianjur.Adapun puncak arus kendaraan di kawasan wisata Puncak selama libur Nataru 2025/2026 diperkirakan terjadi dalam dua periode, yakni pada 24–26 Desember 2025 serta 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026


(prf/ega)