Profil Terra Drone yang Kantornya Terbakar di Kemayoran dan Tewaskan 22 Orang

2026-01-13 06:35:53
Profil Terra Drone yang Kantornya Terbakar di Kemayoran dan Tewaskan 22 Orang
JAKARTA, – Kebakaran hebat terjadi pada Selasa , sekitar pukul 12.40 WIB, di kantor PT Terra Drone, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran.Petugas pemadam tiba di lokasi sepuluh menit kemudian untuk melakukan penanganan.Total korban meninggal dunia mencapai 22 orang, termasuk satu korban sedang mengandung.Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa para korban diduga tewas akibat lemas.“Temuan ini merupakan hasil identifikasi awal tim pemadam kebakaran dan kepolisian di lokasi kejadian,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro.Ia menambahkan bahwa penyebab pasti kematian para korban masih menunggu pemeriksaan mendalam dari tim Puslabfor Polri.Baca juga: Polisi: 20 Orang Meninggal dalam Kebakaran Gedung di KemayoranMenurut informasi dari website perusahaan, Terra Drone Indonesia (sebelumnya PT Aero Geosurvey Indonesia) merupakan penyedia jasa pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari pemetaan, pemodelan, inspeksi, hingga pemantauan udara.Perusahaan ini juga menyediakan pelatihan dan konsultasi bagi klien yang menggunakan drone dalam operasi harian mereka.Cikal bakal Terra Drone Indonesia berawal pada 2015 dari AeroInspect & Drone Van Java sebagai bagian dari PT Indonesia Technologies Venture.Satu tahun kemudian, PT Aero Geosurvey Indonesia berdiri dan mulai menyediakan jasa survei udara untuk sektor konstruksi dan pertambangan.Baca juga: 20 Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Diduga Tewas akibat Lemas, Bukan Luka BakarPada 2017, permintaan dari sektor perkebunan dan kehutanan menurun, sementara sektor minyak dan gas mulai mengadopsi teknologi pemantauan udara.Perkembangan signifikan terjadi pada 2018 ketika permintaan dari sektor konstruksi, pertambangan, dan migas meningkat.PT Aero Geosurvey Indonesia kemudian bekerja sama dengan perusahaan seperti Pertamina, Chevron, SKK Migas, PT PP, Waskita, dan Reswara.Pada 2019, perusahaan ini mendapatkan pendanaan dari Terra Drone Corporation dan resmi berganti nama menjadi PT Terra Drone Indonesia untuk menjadi bagian dari jaringan global penyedia layanan drone.Perusahaan terus memperluas layanan pada 2020 dengan menghadirkan teknologi global seperti Drone GPR, Drone UT, dan drone surveillance.


(prf/ega)