SEMARANG, - Klub sepak bola PSIS Semarang batal diakuisisi oleh David Glen, pemilik Malut United, di detik-detik terakhir.Hal ini dikonfirmasi Joni Kurnianto, Juru Bicara Pemegang Saham Pengendali PT Mahesa Jenar Semarang (MJS).Menurut Joni, kegagalan akuisisi ini disebabkan oleh proses negosiasi yang tidak mencapai kesepakatan.Baca juga: Pemilik Malut United Dikabarkan Akuisisi PSIS Semarang"Dengan penuh rasa hormat, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter dan masyarakat pencinta PSIS Semarang," ujarnya pada Senin .Joni mengakui bahwa pembatalan negosiasi ini menimbulkan kekecewaan, kemarahan, dan rasa lelah di kalangan pendukung klub kebanggaan warga Kota Semarang yang dijuluki Mahesa Jenar."Harapan untuk melihat PSIS kembali bangkit adalah keinginan kita semua, dan situasi yang terjadi saat ini tentu tidak mudah bagi siapa pun," tambahnya.Penjajakan dengan calon investor sebelumnya telah berlangsung panjang dan intensif.Namun, Joni menjelaskan bahwa terdapat beberapa aspek material yang tidak dapat disepakati oleh kedua belah pihak."Dengan mempertimbangkan kepentingan klub dan seluruh pemangku kepentingan, PT MJS memutuskan bahwa rencana akuisisi tersebut dibatalkan dan tidak dapat dilanjutkan," ungkapnya.Joni menegaskan bahwa pembatalan proses akuisisi bukanlah akhir dari upaya manajemen untuk memperkuat PSIS.Baca juga: Suporter PSIS Akhiri Boikot, Akan Kembali Nonton di Stadion Saat Laga Kandang, Ini AlasannyaPT MJS tetap membuka pintu bagi pihak-pihak yang memiliki komitmen jangka panjang, keselarasan visi, serta kesiapan finansial untuk bersama-sama membangun PSIS menjadi klub yang lebih kuat dan profesional."Usai keputusan pembatalan, PT MJS kedatangan calon investor baru, seorang pengusaha wanita asal Semarang yang sejak masa sekolah merupakan pendukung setia PSIS. Komitmen, kecintaan, dan keseriusannya terhadap klub menjadi modal awal yang sangat positif," tutup Joni.
(prf/ega)
PSIS Gagal Diakuisisi Pemilik Malut United di Detik Terakhir, Ini Alasannya
2026-01-11 03:14:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:07
| 2026-01-11 04:01
| 2026-01-11 02:35
| 2026-01-11 02:32
| 2026-01-11 01:49










































