Jateng Kirim Rp 1,3 Miliar dan 40 Personel untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera

2026-02-03 07:38:37
Jateng Kirim Rp 1,3 Miliar dan 40 Personel untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera
SEMARANG, - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar untuk penanganan bencana di Sumatera. Selain itu, 40 personel juga diberangkatkan untuk membantu di sana.Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas pengiriman bantuan dengan melibatkan puluhan relawan serta armada logistik dari Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin .Luthfi menegaskan, operasi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama.“Ini adalah suatu bentuk pengabdian kita dalam rangka meringankan masyarakat kita yang terdampak bencana,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis.Baca juga: Polri Kembali Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir-Longsor di SumateraAdapun bantuan logistik yang dikirim berupa sandang, pangan, dan obat-obatan senilai Rp 950,3 juta.Selain itu, ada uang bantuan dari Baznas Jawa Tengah sebesar Rp 225 juta, dan Rp 125 juta dari Korpri Jawa Tengah.Total keseluruhan bantuan mencapai Rp 1.300.306.597.Bantuan itu dihimpun dari Pemprov Jawa Tengah, PMI, RS Telogorejo, BPR BKK Jawa Tengah, Jamkrida, Petro Energi, Tirta Utama, hingga sejumlah BUMD.Pemprov Jateng juga mengirimkan 6 truk, 3 unit double cabin, 1 ambulans, kendaraan dapur umum, alat penjernih air, kendaraan trail, serta berbagai peralatan kesehatan dan logistik.Baca juga: JK Minta Pemerintah Percepat Bantuan Banjir Sumatera, Mencegah PenjarahanSebanyak 40 personel dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan juga diberangkatkan menuju Sumatera Barat.Mereka akan bertugas selama kurang lebih dua pekan.Sebagian tim, khususnya dari medis, diterbangkan melalui jalur udara untuk percepatan penanganan.Sementara logistik berat, diberangkatkan melalui jalur darat.Ia berpesan agar rombongan segera menyesuaikan ritme penanganan saat tiba di lokasi dan meminta mereka mengutamakan keselamatan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-03 06:17