Hadapi Puncak Musim Hujan, Pemkab Buleleng Dirikan Posko Terpadu Bencana

2026-01-11 04:16:35
Hadapi Puncak Musim Hujan, Pemkab Buleleng Dirikan Posko Terpadu Bencana
BULELENG, – Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendirikan Posko Kesiapsiagaan Bencana Terpadu di kawasan Monumen Tri Yuda Sakti, Singaraja.Posko ini akan menjadi pusat kendali dan koordinasi lintas sektor dalam merespons berbagai potensi bencana.Terutama di tengah prakiraan cuaca ekstrem yang masih membayangi wilayah Bali utara.Baca juga: Jukung Terbalik, 5 Orang Terombang-ambing di Perairan Nusa Dua Bali DievakuasiKepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan posko dirancang sebagai pusat terpadu agar penanganan bencana terkoordinir."Posko ini kami dirikan agar ketika terjadi situasi darurat, seluruh pihak memiliki kesamaan visi dan pola penanganan. Inilah pusat koordinasi agar respon di lapangan tidak terputus-putus," ujar Gede, Selasa .Menurutnya, posko terpadu melibatkan sedikitnya 13 institusi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, TNI, Polri, PMI, ORARI, hingga instansi pendukung lainnya.Ia berharap koordinasi antarinstansi dapat dilakukan lebih efisien tanpa terhambat prosedur birokrasi yang berlapis.Tak hanya di tingkat kabupaten, BPBD juga mendorong pembentukan satuan tugas kebencanaan di tingkat kecamatan.Setiap kecamatan diharapkan menyiagakan posko di kantor camat sebagai perpanjangan tangan Posko Terpadu, khususnya untuk merespons kejadian darurat di wilayah masing-masing.Suyasa mengungkapkan, sepanjang Januari hingga November 2025, Buleleng mencatat sekitar 400 kejadian kebencanaan, yang didominasi pohon tumbang dan tanah longsor."Selama ini penanganan sudah berjalan baik, namun ke depan kita ingin lebih terencana, bukan sekadar reaktif saat musim hujan," jelasnya.Baca juga: TPA Suwung Bali Segera Ditutup, Pemkot Denpasar Sewa 60 Truk untuk Buang SampahMelalui penguatan koordinasi, penanganan bencana diharapkan dapat ditangani lebih awal.Upaya mitigasi seperti pemangkasan pohon rawan tumbang hingga penanganan titik rawan longsor dijadwalkan secara rutin bersama instansi teknis.Ia juga menekankan pentingnya peran relawan dan partisipasi masyarakat.


(prf/ega)