SOLO, - Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo resmi dinobatkan sebagai Raja Keraton Surakarta dengan gelar Sampean Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama kang Jumeneng Kaping 14.Upacara Jumenengan Dalem Nata Binayangkare PB XIV Hamengkunegoro digelar di Keraton Surakarta pada Sabtu , di tengah dualisme kepemimpinan.Prosesi penobatan PB XIV Hamengkunegoro dimulai dari Ndalem Prabasuyasa, sebelum beliau berjalan menuju Kamandungan, lalu ke Siti Hinggil atau Bangsal Manguntur Takil.Baca juga: Resmi Jumeneng, Hamengkunegoro Dinobatkan sebagai PB XIV di Keraton SurakartaDalam perjalanan, PB XIV Hamengkunegoro dikawal bregada atau prajurit Keraton Surakarta serta diiringi para kerabat, sentana, dan abdi dalem.Di Bangsal Manguntur Takil, PB XIV Hamengkunegoro membacakan Sabda Dalem atau sumpah sebagai penerus PB XIII."Saya, menjabat sebagai Sri Susuhunan di Keraton Surakarta Hadiningrat dengan sebutan Sampean Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama kang Jumeneng Kaping 14," kata PB XIV Hamengkunegoro di Keraton Surakarta, Sabtu.Berikut bunyi lengkap Sabda Dalem yang dibacakan PB XIV:1. Menjalankan kepemimpinan sebagai Sri Susuhunan berdasarkan syariat Islam dan paugeran Keraton Surakarta Hadiningrat, dengan sebenar-benarnya, sebaik-baiknya, serta berlaku adil, dan mengayomi siapa pun yang setia kepada Keraton Surakarta dan Rajanya.2. Mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia lahir dan batin, serta berbakti kepada negara.3. Menjaga kelestarian budaya, tata upacara, dan warisan luhur raja-raja Mataram, khususnya para raja Keraton Surakarta Hadiningrat."Sabdaku ini, hendaknya diketahui semua pihak, putra-putri dalem, para sentana dalem, para abdi dalem Kraton Surakarta Hadiningrat, dan seluruh masyarakat di manapun berada," ujarnya.Setelah Sabda Dalem selesai dibacakan, para tamu undangan berdiri memberi penghormatan.Baca juga: Watu Gilang, yang Jadi Saksi Sumpah PB VIX Hamengkunegoro Sebagai Raja Baru Keraton SurakartaUpacara dilanjutkan dengan Kirab Ageng, yang mengikuti rute tradisional dari Kagungan Dalem Siti Hinggil menuju Sasana Sumewa, lalu keluar ke Alun-alun Lor, Gladag, Telkom, Loji Wetan, Perempatan Baturana, Gemblegan, Kusumanagaran (Nonongan), kembali ke Gladag–Alun-alun–dan berakhir di Pagelaran.Sepanjang rute kirab, masyarakat memadati sisi jalan untuk menyaksikan penobatan PB XIV Hamengkunegoro dan menyambut era baru Keraton Surakarta.ANTARAFOTO/Maulana Surya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram atau Gusti Purbaya (tengah) duduk saat Jumenengan Dalem Nata Bhinayangkare atau upacara penobatan raja baru bergelar atau Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubowono XIV di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Solo, Jawa Tengah, Sabtu . Upacara adat tersebut digelar untuk mengumumkan Hamangkunegoro sebagai pewaris tahta Keraton Surakarta Hadiningrat menggantikan ayahnya, Pakubuwana XIII yang wafat Minggu . ANTARAFOTO/Maulana Surya/rwa.Prosesi Jumenengan Dalem Nata Binayangkare Pakubuwono (PB) XIV Hamengkunegoro sesuai aturan atau paugeran.
(prf/ega)
Perjalanan Penobatan Gusti Purboyo Jadi Raja Keraton Surakarta, Diwarnai Keributan Internal Keluarga
2026-01-11 22:36:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:13
| 2026-01-11 23:13
| 2026-01-11 22:24
| 2026-01-11 21:21
| 2026-01-11 21:03










































