Alami Hipotermia, Remaja Asal Tabanan Dievakuasi Basarnas di Gunung Agung

2026-01-12 04:00:54
Alami Hipotermia, Remaja Asal Tabanan Dievakuasi Basarnas di Gunung Agung
KARANGASEM,  - Seorang remaja mengalami hipotermia saat hendak turun usai mendaki Gunung Agung, di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.Korban diketahui bernama Ni Komang Kartika (16), asal Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.Kartika mendaki Gunung Agung bersama tiga orang temannya pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 11.00 Wita.Koordinator Lapangan Pos SAR Karangasem, Putu Bhayangkara, menjelaskan korban mengalami hipotermia saat perjalanan turun di ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl)."Pada saat turun, pada ketinggian 2.300 mdpl target mengalami hipotermia, kemudian kami terima laporan dari teman korban," ujar Putu di Karangasem, Selasa .Baca juga: Hipotermia hingga Tak Sadarkan Diri, Pendaki asal jakarta Dievakuasi di Gunung SlametAkibat kondisi tersebut, korban mengeluh kedinginan dan lemas hingga tidak sanggup melanjutkan perjalanan turun.Menurut Putu, korban dan temannya lalu memutuskan mendirikan tenda dan bermalam di gunung sambil menunggu bantuan.Malam itu juga, Basarnas Bali menerima permintaan bantuan evakuasi. Putu mengatakan, tim SAR segera menyiapkan peralatan dan personel untuk melakukan penyelamatan.Untuk mempercepat proses evakuasi, Pos SAR Karangasem berkoordinasi dengan pemandu lokal yang lebih dulu naik menuju lokasi korban.Baca juga: Asap Putih Muncul di Kawah Gunung Agung Bali, BPBD Sebut Fenomena AlamiSementara itu, tujuh personel Pos SAR Karangasem bergerak menuju Pura Pengubengan, Gunung Agung.Tim Search and Rescue Unit (SRU) kedua lalu menyusul ke Pos 2 dengan enam personel pada Selasa dinihari sekitar pukul 01.05 Wita.Hingga akhirnya, pemandu Hutan Desa Mahawana Basuki Besakih berhasil menemukan korban bersama rekannya di ketinggian sekitar 2.050 mdpl."Selanjutnya kami evakuasi menuju Posko Pura Pengubengan pada pukul 04.20 Wita," kata Putu.Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Rendang menggunakan ambulans.Baca juga: Wisatawan asal Italia Dideportasi Gara-gara Mendaki Gunung Agung di Bali Tanpa Pemandu


(prf/ega)