Keseruan Siswa SLB di Solo Rasakan Metode Pembelajaran lewat Teknologi Papan Interaktif Digital

2026-01-11 22:43:41
Keseruan Siswa SLB di Solo Rasakan Metode Pembelajaran lewat Teknologi Papan Interaktif Digital
SOLO, - Sejumlah sekolah di Solo, Jawa Tengah mulai menerapkan metode pembelajaran yang memanfaatkan teknologi Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital.Salah satunya Sekolah Luar Biasa (SLB) D Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Solo, Jawa Tengah.Pembelajaran IFP program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterapkan untuk jenjang SMP dan SMA.Baca juga: Prabowo Bagikan Panel Interaktif Digital ke 288 Ribu Sekolah untuk Pemerataan PendidikanKepala SLB D YPAC Solo, Jalaludin Khawarizmi, menjelaskan pembelajaran menggunakan teknologi IFP baru diterapkan di delapan SLB di Solo."Informasi yang kami dapat bertahap. Kami di hari Minggu dikirim satu dan ternyata dari bapak/ibu guru dan anak-anak sangat senang sekali," kata Jalal ditemui di Solo, Jawa Tengah, Kamis .Menurut dia pembelajaran ini sangat mendukung Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) siswa yang merupakan penyandang disabilitas daksa.Ia menambahkan pembelajaran menggunakan IFP sangat dirasakan siswa.Mereka yang awalnya menggunakan KBM manual hanya mendengarkan guru, dengan IFP siswa lebih bersemangat karena disertai gambar yang interaktif saat pelajaran."Jadi penggunaan IFP anak-anak senang. Awalnya belajar manual belajar berhitung di kertas, mendengarkan guru, ini anak-anak langsung merasakan berhitung dengan gambar yang interaktif," ujar dia.Jalal menyampaikan metode pembelajaran ini seperti mengoperasikan smartphone (android). Pembelajaran teknologi IFP juga telah didukung website rumah pendidikan. Guru tinggal mencari materi-materi yang ada dalam IFP kemudian diajarkan pada siswa.Baca juga: Mendikdasmen Sebut Program Interactive Flat Panel Berhasil Tingkatkan Capaian Belajar"Guru bisa mencari materi yang disiapkan dari rumah pendidikan atau guru bisa membuat sendiri materi menggunakan AI dan tentunya menyesuaikan peserta didik," kata dia.Jalal berharap pembelajaran ini bisa diterpakan di semua kelas dari SD hingga SMA. Sementara ini pembelajaran menggunakan IFP dilakukan berguliran dari SMP hingga SMA.Tidak menutup kemungkinan katanya siawa SD juga akan diberikan kesempatan pembelajarannya menggunakan IFP. Hal ini dengan tujuan agar semua siswa bisa merasakan pembelajaran menggunakan teknologi."Ada 13 kelas. Saat ini (IFP) kita pasang di ruang multimedia. Kita bergiliran. Saat ini untuk SMP dan SMA," ujar Jalal.Baca juga: Pemerintah Targetkan Tambah 1 Juta Papan Interaktif Digital di Tahun 2026Sementara salah satu siswa kelas XII, Aji Restu Prihatin (18), mengatakan senang bisa merasakan pembelajaran menggunakan IFP.Pelajar asal Sukoharjo, Jawa Tengah ini merasakan banyak perbedaan dengan pembelajaran sebelumnya yang masih manual.Menurut Aji dengan pembelajaran IFP dirinya lebih bersemangat dan tidak cepat bosan karena banyak pilihan materi."Menurut saya sangat mudah untuk pembelajaran dan sangat seru tentunya," ujar dia.


(prf/ega)