Sebulan Pascabencana, 2 Desa di Pesisir Selatan Sumbar Belum Tersentuh Bantuan Alat Berat

2026-01-16 05:58:01
Sebulan Pascabencana, 2 Desa di Pesisir Selatan Sumbar Belum Tersentuh Bantuan Alat Berat
PADANG,  - Sebulan pascabencana banjir bandang, dua nagari atau desa di Pesisir Selatan, Sumatera Barat belum tersentuh bantuan alat berat.Akibatnya material banjir bandang seperti batu, kayu hingga lumpur menutupi akses jalan dan rumah warga."Dua nagari di Bayang Utara yaitu Pancuang Taba dan Limau Gadang hingga sekarang belum ada datang bantuan alat berat," kata Camat Bayang Utara, Pesisir Selatan Darmadi yang dihubungi Kompas.com, Kamis .Baca juga: Abrasi Pesisir Selatan Kulon Progo Makin Parah, Garis Pantai Trisik Mundur Puluhan Meter dalam SetahunDarmadi menjelaskan untuk Nagari Pancuang Taba ada 257 orang yang terdampak banjir bandang itu.Sementara di Limau Gadang ada 243 orang. Bahkan satu kampung yaitu Ngalau Gadang hingga sekarang belum bisa dilewati kendaraan roda empat."Akses ke Ngalau Gadang memang terkendala akibat jembatan putus dan material longsor yang menutupi jalan," kata Darmadi.Jembatan yang putus, kata Darmadi sudah dibuat jembatan darurat dari papan, namu hanya bisa dilewati roda dua."Lalu material longsor belum dibersihkan karena terkendala belum adanya alat berat," jelas Darmadi.Tokoh masyarakat Pesisir Selatan Novermal Yuska menyayangkan lambannya penanganan bencana di Pesisir Selatan.Baca juga: Tiga Minggu Pascabencana, Warga Satu Kampung di Pesisir Selatan Masih Terisolir"Pemerintah sepertinya terfokus untuk Agam dan Padang. Padahal, Pesisir Selatan juga parah," kata Novermal yang juga anggota DPRD Pesisir Selatan itu.Novermal berharap pemerintah dapat segera memberikan perhatian ke Pesisir Selatan, khususnya Bayang Utara agar penanganan pascabencana bisa maksimal."Ini sudah sebulan pascabencana, namun bantuan alat berat belum juga datang untuk Bayang Utara," kata Novermal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-16 04:52