BTN (BBTN) Salurkan Bantuan Lebih dari Rp 2 Miliar untuk Korban Banjir di Sumatera

2026-01-17 08:05:29
BTN (BBTN) Salurkan Bantuan Lebih dari Rp 2 Miliar untuk Korban Banjir di Sumatera
JAKARTA, – Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terjun langsung ke Padang, Sumatera Utara untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan karyawan perseroan yang terdampak bencana banjir.Bantuan juga disalurkan melalui Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Pemerintah Kota Padang, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang memiliki akses langsung ke para korban bencana.Secara total, di Padang, BTN menyalurkan bantuan mencapai lebih dari Rp 2 miliar. Selain Padang, BTN juga menyalurkan bantuan ke Sibolga, Medan dan Aceh.Baca juga: Kemendag Serahkan 5 Truk Bantuan untuk Korban Banjir SumateraIggoy el Fitra Sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat . Sampah kayu gelondongan itu menumpuk di sepanjang pantai Padang pasca banjir bandang beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YUDirektur Commersial Banking BTN Hermita menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada masyarakat Padang dan sekitarnya atas bencana banjir tersebut.Kehadiran BTN secara langsung di Padang juga merupakan komitmen perseroan sekaligus sejalan dengan arahan Danantara untuk bergerak cepat membantu para korban terdampak."BTN tidak hanya hadir sebagai lembaga perbankan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para korban serta mendukung aktivitas mereka," ujar Hermita dalam keterangan tertulis, Senin .Beberapa bantuan yang disalurkan BTN tersebut berupa sembako, obat-obatan, dan keperluan lainnya yang dibutuhkan korban bencana banjir di Padang.Baca juga: Mentan Siapkan Bantuan untuk Petani-Peternak Terdampak Banjir SumateraDalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan kehadiran BTN secara langsung juga diharapkan menjadi dukungan moril bagi para korban bencana banjir."Di masa-masa sulit ini, kami berupaya hadir dan mempercepat penyaluran bantuan sehingga dapat mengurangi beban para korban," tutur Ramon.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-17 06:23