Siapa Penggagas Monas yang Sebenarnya?

2026-01-11 23:09:53
Siapa Penggagas Monas yang Sebenarnya?
– Perdebatan mengenai siapa sosok di balik gagasan pembangunan Tugu Nasional—kini dikenal sebagai Monumen Nasional (Monas)—masih menyisakan tanda tanya bagi sebagian masyarakat.Meskipun tercatat dalam berbagai arsip sejarah, nama penggagas monumen kebanggaan bangsa ini kerap luput dari pembahasan publik.Baca juga: Sejarah Pembangunan MonasSebuah artikel karya mantan Wali Kota Jakarta, Sudiro, yang terbit pada 1976, mencoba meluruskan fakta sejarah tersebut.Dalam tulisan yang dimuat di salajh satu media dan kemudian dikutip dalam buku memoarnya, Sudiro mengungkapkan bahwa ide besar tidak selalu lahir dari tokoh besar.Menurut Sudiro, gagasan pembangunan Monas tidak muncul dari pejabat tinggi atau politisi, melainkan dari seorang warga biasa bernama Sarwoko Martokoesoemo.Sarwoko adalah adik dari Mr. Sartono, pembela Bung Karno saat diadili di Bandung. Ia dikenal memiliki kepekaan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan cita-cita nasionalisme.Sarwoko bermimpi agar Jakarta, sebagai ibu kota negara, memiliki simbol perjuangan yang dapat sejajar dengan monumen besar di negara lain.Menurutnya, Tugu Nasional adalah wujud paling tepat untuk ditempatkan di Lapangan Merdeka, tempat sakral yang menjadi saksi sejarah kemerdekaan Indonesia.Gagasan itu disampaikan kepada Wali Kota Sudiro, yang merasa terkesan dan menyarankan agar Sarwoko membentuk panitia khusus.Sudiro kemudian meneruskan ide tersebut kepada Presiden Soekarno, yang ternyata sangat mendukung rencana pembangunan monumen tersebut.Dalam sebuah momen bersejarah pada 17 Agustus 1955, setelah memimpin upacara peringatan 10 tahun Proklamasi, Soekarno dan Hatta semobil menuju Lapangan Merdeka.Baca juga: Beragam Senjata Tradisional Khas JakartaDi tengah perjalanan, Soekarno meminta mobil berhenti. Ia menjelaskan gagasan pembangunan Tugu Nasional kepada Bung Hatta dan mulai membicarakan langkah-langkah realisasinya.Walau nama Sarwoko tercatat sebagai anggota kepanitiaan hingga 1959, ia kemudian tidak lagi terlibat dalam pembangunan Monas.Namanya pun perlahan terlupakan, meskipun dialah penggagas awal berdirinya monumen ini.Gagasan tentang Tugu Nasional, yang kemudian berganti nama menjadi Monumen Nasional, tetap melekat pada sosok Sarwoko Martokoesoemo, seorang rakyat biasa dengan sumbangsih luar biasa bagi bangsa./GARRY LOTULUNG Sekelompok pegiat kebaya, menggelar kampanye gerakan #SelasaBerkebaya di sekitaran Tugu Monas, Jakarta Pusat, Selasa . Kampanye #SelasaBerkebaya ini digagas untuk membiasakan perempuan mengenakan kebaya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-11 21:20