PVMBG Ungkap Ancaman Serius Gerakan Tanah di Kebumen, 70 Hektare Lahan dan 65 Rumah Terancam

2026-01-09 20:17:43
PVMBG Ungkap Ancaman Serius Gerakan Tanah di Kebumen, 70 Hektare Lahan dan 65 Rumah Terancam
KEBUMEN, — Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, secara resmi menerima hasil kajian geologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengenai pergerakan tanah di Desa Sampang, Kecamatan Sempor.Kajian komprehensif tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam sebuah pertemuan di Gedung A beberapa waktu lalu.Ketua Tim PVMBG, Oktory Prambada, menjelaskan bahwa pergerakan tanah di Desa Sampang tergolong rayapan tipe lambat, yang bergerak secara perlahan dan tidak terjadi secara tiba-tiba.Meskipun demikian, dampak yang ditimbulkan cukup luas dan membahayakan.Baca juga: Jalan di Clapar Kebumen Amblas 25 Meter Akibat Tanah Gerak, Akses Roda 4 Terputus“Saat ini total area yang bergerak diperkirakan mencapai 70 hektar, menyebabkan kerusakan pada 70 hektar lahan pertanian, enam rumah rusak, 65 rumah terancam, serta merusak dua jembatan dan jalan desa hingga terputus,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Senin .Secara geologi, wilayah tersebut merupakan area longsoran lama yang tersusun dari batuan dominan napal dan lempung.Selain itu, lokasinya berada di zona lembah yang secara alami menjadi jalur aliran air.“Pergerakan tanah tipe lambat itu tidak menghancurkan secara tiba-tiba, tapi bergerak pelan-pelan. Saat ini daya dukung tanah di lokasi tersebut sudah tidak mampu menopang infrastruktur,” tegas Oktory.PVMBG juga memperingatkan bahwa dengan curah hujan yang diprediksi masih tinggi hingga Februari 2026, pergerakan tanah yang semula lambat berpotensi berubah menjadi cepat.Kondisi ini dapat memicu aliran rombakan atau banjir bandang, terutama jika saluran air mengalami penyumbatan.Menanggapi hasil kajian tersebut, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Geologi atas kajian mendalam yang telah dilakukan.Ia menegaskan bahwa rekomendasi PVMBG akan menjadi dasar utama dalam penyusunan rencana penanganan dan tata ruang wilayah terdampak.Baca juga: Diterjang Hujan Deras, Longsor Nyaris Seret Rumah Warga di Padureso Kebumen “Saya mengucapkan terima kasih kepada Badan Geologi atas kajiannya. Kami meminta rekomendasi langkah selanjutnya, termasuk apakah lahan yang bergerak ini masih bisa dimanfaatkan,” kata Bupati.Sebagai tindak lanjut, PVMBG merekomendasikan agar rumah yang rusak berat dan area hunian di zona gerak segera direlokasi ke lokasi yang lebih aman.Relokasi dianggap tidak terhindarkan karena daya dukung tanah sudah tidak memenuhi syarat keselamatan.


(prf/ega)