Jalan Tol Semrawut: Bus Lazim Melanggar Lajur Kanan

2026-01-11 03:46:43
Jalan Tol Semrawut: Bus Lazim Melanggar Lajur Kanan
JAKARTA, - Kondisi jalan tol di Indonesia bisa dikatakan semrawut.Banyak terlihat bus besar berada di lajur paling kanan, mobil penumpang menjadi lane hogger, dan sebagainya.Baca juga: Menhub: 31.433 Bus Siap Layani Angkutan Nataru 2025/2026KOMPAS.COM/FARIDA Arus lalu lintas di Km 47 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Rabu siang.Paling sering terlihat di Tol Jakarta-Cikampek.Meski punya banyak lajur, sering ditemui bus berada di sisi paling kanan.Bus atau angkutan penumpang yang dimensinya besar sebenarnya dilarang berada di lajur paling kanan jalan tol.Padahal, sekarang bus semakin canggih mesinnya dan kencang, bisa sampai 100 Km/jam.Baca juga: Pengamat Kebijakan Publik: Wacana Mobil Nasional Tidak Masuk Akal Tapi, apa bahayanya bus berada di lajur paling kanan jalan tol?Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menjelaskan, bus memiliki perbedaan dimensi yang besar dibandingkan kendaraan lain di jalan tol."Dimensi bus itu kan sangat besar. Ini akan memberikan efek blind spot bagi pengguna jalan lain, khususnya yang dari belakang," kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu .Misalnya, ada mobil penumpang yang mau menyalip di lajur kanan, tetapi di depan ada bus.Meski kecepatan bus tinggi, mobil yang ukurannya lebih kecil tidak bisa melihat ada apa di depan bus."Bus ini menghalangi sekali. Visibilitas pengemudi di belakang itu terhalang," kata Jusri.Makanya, kalau di jalan tol dengan banyak lajur, bus disarankan tidak menggunakan lajur paling kanan.Lajur kedua atau ketiga bisa dipakai bus untuk mendahului, sehingga mobil penumpang di lajur empat bisa menyalip juga dan lebih aman."Semakin besar blind spot, maka semakin besar potensi ancaman. Ancaman dari visibilitas terhalang seperti tabrakan, hilang kendali. Maka dari itu, bus tidak dibenarkan menggunakan lajur paling kanan," kata Jusri.


(prf/ega)