Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyerukan pentingnya keadilan dalam transisi energi dan tata kelola teknologi artificial intelligence (AI) yang inklusif bagi negara berkembang.Hal itu disampaikan Puan dalam 11th MIKTA Speakers’ Consultation 2025 di Seoul, Korea Selatan, Rabu .Dalam forum antarparlemen yang diikuti oleh Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia itu, Puan menjadi pimpinan parlemen pertama yang menyampaikan pandangan pada sesi bertajuk “The Role of Parliament in Ensuring the Just Energy Transition in the Era of AI and Climate Crisis.”Advertisement“Transisi menuju energi bersih tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial dan politik,” ujar Puan dalam pidatonya di hadapan para ketua parlemen negara MIKTA.Puan mengingatkan bahwa proses transisi energi harus berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok rentan.Ia menilai, perang dan persaingan geopolitik tidak boleh mengalihkan perhatian negara dari agenda global untuk menstabilkan iklim dan mengurangi kesenjangan pembangunan.“Ketika pembangkit listrik tenaga batu bara tutup, para pekerja kehilangan pekerjaan. Ketika industri bergeser, ekonomi lokal menderita. Ketika harga energi naik, masyarakat termiskinlah yang pertama menderita,” kata Puan.“Jika kita tidak mengelola transisi ini dengan cermat, kita tidak akan mencapai transisi yang ramah lingkungan. Kita justru akan mendapatkan ketegangan sosial dan ketidakadilan," tambahnya.
(prf/ega)
Puan Maharani Serukan Keadilan Transisi Energi dan Tata Kelola AI di Forum Parlemen Negara Middle Power
2026-01-12 03:12:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 03:42
| 2026-01-12 03:38
| 2026-01-12 03:25
| 2026-01-12 02:23










































