5 Pertengkaran yang Cuma Dialami oleh Hubungan Toxic, Pernah Mengalaminya?

2026-01-11 23:12:53
5 Pertengkaran yang Cuma Dialami oleh Hubungan Toxic, Pernah Mengalaminya?
- Pertengkaran dalam hubungan romantis adalah hal yang wajar. Bahkan, pasangan yang sehat sekalipun pasti pernah berbeda pendapat. Namun, para ahli hubungan menegaskan, hal yang membedakan hubungan sehat dan hubungan toxic bukanlah seberapa sering bertengkar, melainkan bagaimana konflik itu dijalani.“Pertengkaran bisa disebut toxic ketika tidak produktif sama sekali,” kata Alana Carvalho, konselor kesehatan mental berlisensi dan pakar hubungan, seperti dilansir dari Best Life, Senin .Ia menjelaskan, pertengkaran toxic tidak bertujuan menyelesaikan masalah, melainkan melukai pasangan lewat kata-kata kasar, menyalahkan, dan merendahkan.Baca juga: Kakak Adik Sering Bertengkar? Begini Cara Orangtua Menghadapinya Menurut PsikologSalah satu ciri paling jelas dari hubungan toxic adalah pertengkaran yang terus berulang tanpa solusi. Setiap konflik terasa seperti mengulang adegan lama, seolah tidak pernah ada titik akhir.“Pertengkaran toxic yang paling sering saya temui adalah pertengkaran berulang, di mana masalah yang sama muncul lagi dan lagi tanpa penyelesaian,” ujar Carvalho. Menurutnya, pola ini menandakan bahwa salah satu atau kedua pasangan tidak menindaklanjuti kesepakatan atau ada masalah mendasar yang tidak pernah benar-benar dibahas.Dalam hubungan toxic, pasangan bisa terus bertengkar soal keuangan, pembagian tugas rumah, atau komitmen, tanpa pernah mendengarkan sudut pandang satu sama lain secara utuh.Baca juga: Bukan Jarang Bertengkar, Ini Satu Tanda Hubungan Sehat yang Sering Terlewat Menurut Psikologpexels.com Ilustrasi depresiDalam hubungan toxic, pertengkaran sering berubah menjadi ajang adu argumen demi memenangkan perdebatan.  Fokusnya bukan lagi mencari solusi, melainkan membuktikan siapa yang paling benar.“Ciri utama pertengkaran toxic adalah ketika salah satu atau lebih pihak tidak memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah,” kata terapis kognitif perilaku berlisensi dan pendiri Bay Area CBT Center, Avigail Lev, PsyD.Ia menjelaskan, ketika seseorang hanya ingin menang, ia akan sibuk menyiapkan jawaban berikutnya tanpa benar-benar mendengarkan pasangannya. Akibatnya, konflik tidak pernah memberi rasa lega atau aman secara emosional.Baca juga: Psikolog: Orang yang Pintar Mengatur Uang Punya Kesehatan Mental BaikGaslighting merupakan bentuk perilaku toxic yang kerap muncul dalam pertengkaran. Ini terjadi ketika pasangan menyangkal pengalaman atau perasaan satu sama lain, hingga membuat korban meragukan realitasnya sendiri.Carvalho mengungkap, menyangkal kenyataan pasangan, misalnya dengan berkata, “Itu tidak pernah terjadi”, adalah bentuk manipulasi emosional yang serius. “Perilaku ini bisa sangat merusak harga diri dan kepercayaan diri seseorang,” ujarnya.Pola saling menyalahkan juga menjadi ciri khas hubungan toxic. Saat satu pihak menyampaikan luka batinnya, pihak lain justru mengalihkan kesalahan kembali.


(prf/ega)