BENGKULU, – Petani dari Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR) korban penembakan di Cinto Mandi, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, resmi menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi di Polres Bengkulu Selatan pada Selasa .Laporan diajukan setelah insiden penembakan terjadi pada Senin sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa itu melibatkan konfrontasi antara petani dan tim pengamanan PT Agro Bengkulu Selatan yang berujung pada penembakan.Sebanyak lima petani terkena tembakan. Mereka adalah EH, BS, Sn, ES, dan Ln.Baca juga: Ketua DPD RI Kirim Staf Khusus Telusuri Kasus Penembakan 5 Petani di Kebun SawitLaporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/172/XI/2025/SPKT/Polres Bengkulu Selatan pada pukul 23.58 WIB. Laporan berfokus pada dugaan tindak pidana penganiayaan berat (Pasal 351 KUHP) serta dugaan tindak pidana menguasai dan menggunakan senjata api tanpa hak (Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951). Terduga pelaku diidentifikasi sebagai AH alias R (39), karyawan PT ABS.Kuasa hukum dari AKAR Law Office, Ricki Pratama Putra, menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan transparan dan tuntas."Kami telah resmi bersama para petani melaporkan terduga pelaku penembakan. Kami berharap proses ini segera berjalan dan diusut secara tuntas dan adil bagi korban," ujar Ricki dalam rilis yang dikirim ke Kompas.com, Kamis .FMPR, tim kuasa hukum, dan Walhi Bengkulu mendesak Kapolres Bengkulu Selatan menindaklanjuti laporan, melakukan penyelidikan menyeluruh, dan memproses hukum terduga pelaku sesuai aturan, termasuk mengusut asal kepemilikan senjata api.Ada lima kuasa hukum yang mendampingi korban, yakni Ricki Pratama Putra, Hadi Pratama, Hengko, Yesi Oktriani, dan Puji Hendri Julita Sari.Baca juga: Kisruh Berdarah di Perkebunan Sawit, PT ABS Tegaskan Perusahaan Mereka Legal secara HukumSebelumnya, Manajer Kebun PT Agro Bengkulu Selatan, Suri Bakti Damanik, menyatakan perusahaan tidak mengetahui bahwa salah satu karyawannya membawa pistol."Kami sama sekali tidak mengetahui ada karyawan saya yang membawa senjata api. Pada saat kisruh kami dikeroyok warga situasi memang tidak terkendali, tiba-tiba ada letusan. Saya bingung saat itu, siapa yang membawa pistol karena sepengetahuan saya, tidak ada anggota saya punya dan bawa pistol," ujarnya.Ia menambahkan bahwa selama ini perusahaan tidak pernah menyediakan senjata api untuk karyawan."Sama sekali kami tidak tahu. Andai saya tahu sudah pasti saya akan larang. Tidak pernah ada perusahaan menyediakan pistol untuk karyawan bertugas," katanya.
(prf/ega)
Petani Korban Penembakan Sekuriti Kebun Sawit di Bengkulu Lapor Polisi
2026-01-12 04:09:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 03:24
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 03:06










































