JAKARTA, - Ketua DPR Puan Maharani berseloroh bahwa pertanyaan yang diajukan oleh para pelajar SMA dari program Parlemen Remaja sangat berat.Puan mengatakan, pertanyaan yang disampaikan anak-anak SMA itu lebih berat daripada harus menghadapi anggota DPR dari total 8 fraksi.Hal tersebut terjadi saat Puan menggelar acara bersama para peserta Parlemen Remaja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis ."Bagaimana menyikapi perbedaan keinginan atau aspirasi-aspirasi dari tiap fraksi atau anggota ini?" tanya salah satu anak SMA."Tantangan apa yang paling menarik atau paling sulit diselesaikan dalam memimpin DPR, memimpin sidang?" tanya siswa lainnya.Baca juga: Puan Sebut Putusan MKD Pangkas Titik Reses Berpotensi Kurangi Anggaran"Komponen TKDN harus diperbarui lebih banyak lokalnya ketimbang impornya biar tujuan energi hijau ini tercapai dan muatannya muatan lokal," kata penanya terakhir."Terima kasih. Pertanyaannya berat banget, lebih berat dari saya harus menghadapi anggota DPR dari 8 fraksi," kata Puan disambut tepuk tangan.Puan menilai, sebagian dari anak-anak SMA yang tergabung dalam Parlemen Remaja ini akan menjadi anggota DPR suatu saat nanti.Menurutnya, pertanyaan mereka tajam-tajam, cocok menjadi juru kampanye (jurkam)."Jadi memang dinamika politik di DPR ini yang sekarang terdiri dari 8 fraksi, 8 partai di nasional, memang dinamikanya itu ya dari awal sampai sekarang sangat berdinamika. Kami punya mekanisme rapim, yaitu rapim pimpinan yang terdiri dari lima pimpinan, saya ketua dengan 4 wakil ketua, ada Pak Cucun, kemudian Pak Dasco, dan Pak Saan dari Nasdem, satunya lagi tadinya Pak Adies Kadir," jelas Puan.Baca juga: Sahroni hingga Eko Bersalah tapi Adies dan Uya Kuya Tidak, Puan Hormati MKD"Itu melakukan rapim untuk membicarakan satu agenda atau masalah yang ada di DPR. Di situ saja sebelum kami memulai rapim, tentu saja kami harus bicara dulu secara informal untuk bisa menyelaraskan apa agenda ataupun hal-hal yang kemudian harus kami bicarakan. Sehingga dalam rapim itu bisa berjalan dengan baik atau lancar," sambungnya.Puan mengakui, dalam rapim itu, tidak semua berjalan lancar, karena pasti ada dinamika yang terjadi. Namun, kata dia, harus ada toleransi dalam setiap dinamika.Puan mengingatkan bahwa politik tidak bisa dijalankan atas kemauan sendiri."Namun dalam berpolitik itu kita juga harus bisa melihat semua kepentingan, yang mana kepentingan itu nanti ujungnya harus kita samakan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara," papar Puan."Setelah itu mekanismenya adalah kita bawa ke rapat Bamus, Badan Musyawarah. Di situ akan diwakili oleh semua ketua fraksi, atau pimpinan fraksi dalam menyatakan satu agenda yang tadi sudah kita bicarakan dalam rapim. Ya di situ pasti akan lebih banyak perdebatan. Namun ya itu juga kita coba untuk bisa lakukan kompromi-kompromi. Kompromi itu seperti apa? Kompromi secara adil. Ya agar semua kepentingan itu bisa berjalan dengan baik," imbuhnya.
(prf/ega)
Ditanya Bocah SMA, Puan: Pertanyaannya Berat Banget Dibandingkan Anggota DPR 8 Fraksi
2026-01-11 23:19:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:26
| 2026-01-11 21:13
| 2026-01-11 20:54
| 2026-01-11 20:51










































