- Pegunungan yang menjulang tinggi dengan puncaknya yang tertutup salju bukan sekadar pemandangan yang memukau mata.Di balik keindahannya, terdapat sistem kehidupan yang menopang eksistensi miliaran manusia di planet ini.Gletser-gletser yang berkilauan di puncak pegunungan menyimpan 70 persen cadangan air tawar dunia. Hampir 2 miliar orang, termasuk komunitas Masyarakat Adat yang telah hidup berdampingan dengan pegunungan selama ribuan tahun, bergantung pada air dari lelehan gletser dan salju untuk bertahan hidup.Namun, krisis iklim kini mengancam keberadaan formasi es purba ini. Lima dari enam tahun terakhir mencatat mundurnya gletser paling cepat dalam sejarah.Sekitar 600 gletser telah menghilang, dan banyak lagi yang akan menyusul jika tidak ada tindakan segera.Berikut merupakan sejarah, makna, dan langkah konkret untuk peringati Hari Gunung Internasional:Baca juga: Sejarah UNICEF, dari Bantuan Perang ke Perlindungan Hak AnakSejarah Hari Gunung Internasional dimulai pada tahun 2002, ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tahun tersebut sebagai Tahun Pegunungan Internasional.Keputusan bersejarah ini menandai pengakuan global terhadap peran vital pegunungan dalam kehidupan manusia.Setahun kemudian, pada 2003, PBB secara resmi menetapkan 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional yang diperingati setiap tahun. Adapun organisasi yang mengkoordinasi peringatan ini adalah Food and Agriculture Organization (FAO).Tujuan peringatan ini adalah untuk menciptakan kesadaran tentang pentingnya gunung bagi kehidupan, perlindungan alam, dan keberlanjutan ekosistem pegunungan yang semakin terancam.Baca juga: Tema Hari HAM Sedunia 2025 dan Maknanya dalam Kehidupan Sehari-hariHari Gunung Internasional 2025 mengusung tema "Glaciers matter for water, food and livelihoods in mountains and beyond" (Gletser penting bagi air, pangan, dan kehidupan di pegunungan dan sekitarnya).Tema ini menyadarkan peran penting kawasan pegunungan sebagai sumber utama air tawar global dan menyerukan tindakan segera untuk mencegah hilangnya gletser.Data PBB mengungkapkan fakta mengejutkan: hampir 2 miliar orang di seluruh dunia, termasuk banyak Masyarakat Adat, bergantung pada air dari pegunungan untuk kebutuhan harian, mata pencaharian, dan praktik budaya mereka.Pegunungan bukan sekadar formasi geologis yang megah, tetapi sumber kehidupan bagi miliaran manusia. Lebih dari itu, gletser di pegunungan menyimpan sekitar 70 persen cadangan air tawar dunia. Tanpa pegunungan dan gletsernya, krisis air global akan menjadi kenyataan yang tak terhindarkan.Baca juga: Sejarah Hari Hak Asasi Manusia Sedunia 10 Desember sejak Deklarasi UniversalHari Gunung Internasional (International Mountain Day/IMD) 2025 merupakan bagian integral dari Tahun Internasional Pelestarian Gletser 2025, yang menekankan peran krusial wilayah pegunungan sebagai sumber utama air tawar global dan penyedia layanan ekosistem vital.Lebih dari 2 miliar orang, termasuk banyak Masyarakat Adat, bergantung pada lelehan gletser dan salju untuk memenuhi kebutuhan air tawar mereka, mulai dari ketahanan pangan, mata pencaharian, praktik budaya, hingga keperluan rumah tangga sehari-hari.Kondisi ini menuntut tindakan segera dan kolektif untuk melindungi pegunungan dan gletser dari dampak perubahan iklim.Berikut merupakan cara yang dapat dilakukan untuk tindakan pelestarian alam:Baca juga: Sejarah Hadiah Nobel, Warisan Alfred Nobel dan Pengaruhnya untuk Dunia
(prf/ega)
Hari Gunung Internasional 2025: Sejarah dan Temanya
2026-01-12 02:24:16
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:41
| 2026-01-12 01:50
| 2026-01-12 01:24
| 2026-01-12 01:24
| 2026-01-12 00:21










































