IPO Superbank Tetapkan Harga Rp 635 per Saham, Bos Mandiri Sekuritas: Oversubscribed

2026-01-11 21:54:58
IPO Superbank Tetapkan Harga Rp 635 per Saham, Bos Mandiri Sekuritas: Oversubscribed
JAKARTA, - PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) menetapkan harga saham perdana sebesar Rp 635 per saham dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Harga tersebut berada tepat di tengah rentang penawaran awal yang sebelumnya ditetapkan pada Rp 525-Rp 695 per saham. Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Indonesia, Oki Ramadhana, menjelaskan penentuan harga saham Superbank sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar, di mana mempertimbangkan permintaan dan penawaran atau supply dan demand. Artinya, dalam proses bookbuilding, penjamin emisi melihat minat investor dari berbagai level harga. Jika permintaan terkumpul pada rentang tertentu, maka harga saham ditetapkan mendekati titik dimana permintaan paling kuat. “Kan itu supply dan demand ya, jadi memang demand-nya ada disitu yang kita tetapkan, ya seperti biasa IPO aja. Jadi ada demand-nya di kiri sama di kanan, itu akhirnya kita tetapkan di tengah, sekitar di tengah. Itu berdasarkan supply and demand aja,” ujar Oki saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa . Baca juga: OJK dan BEI Akui Belum Terima Kabar IPO Superbank Harga saham Superbank tidak dipasang di batas bawah atau bahkan di tengah apabila tidak ada permintaan yang sesuai. Penetapan harga dilakukan berdasarkan titik keseimbangan antara permintaan investor dan jumlah saham yang dilepas. “Itu kan mekanisme pasar ya. Jadi waktu bookbuilding, pricing-nya diturunkan di situ. Kan nggak mungkin kita pasang di paling bawah atau paling tengah kalau nggak ada demand, kan nggak mungkin,” paparnya. Ketika ditanya mengenai tingkat permintaan investor selama masa bookbuilding, Oki mengaku seluruh porsi penawaran mengalami kelebihan permintaan. “Semuanya oversubscribed,” beber Oki. Baca juga: IPO Superbank, Berikut Angka-angka yang Perlu Diketahui Calon Investor Mengutip Prospektus yang dipublikasikan pada Selasa , Super Bank mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham dengan target penghimpunan dana hingga Rp 3,06 triliun. Dari prospektus disebutkan rencana penawaran maksimal 4.406.612.300 saham baru. Saham ini merupakan saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah tersebut setara 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran awal berada di kisaran Rp 525 sampai Rp 695 per saham. Seluruh pemesanan dilakukan lewat sistem penawaran umum elektronik. Dana di rekening dana nasabah harus tersedia saat pemesanan dilakukan.Baca juga: Benarkah Ketentuan Free Float Baru Bisa Ganggu IPO? Ini Kata Bos Mansek


(prf/ega)