JAKARTA, - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mulai melakukan rehabilitasi atau perbaikan tambak-tambak perikanan yang rusak akibat bencana di wilayah Sumatra pada tahun depan. Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan, kerusakan tambak terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) dengan beragam jenis perikanan, mulai dari udang, bandeng, nila hingga kakap. Menurutnya, perbaikan perlu dilakukan segera dan tidak akan membebankan pembudidaya. Baca juga: Dibahas Bareng Menkeu Baru, Prabowo Minta Pembangunan 20 Ribu Tambak Ikan DipercepatDOK. AQUAREV Ilustrasi tambak udang, tambak rakyat. "Tahun depan kita sudah harus mulai. Ini kan tinggal dua minggu lagi (berganti ke tahun 2026)," ujarnya di Kantor KKP, Jakarta, Senin .Ia menuturkan, KKP saat ini masih melakukan pendataan terhadap pembudidaya yang terdampak bencana. Data dikumpulkan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Aceh, Sumut, dan Sumbar serta bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda). "Kami bekerja sama dengan dinas setempat. Saya sudah komunikasi dengan kepala dinas, yang juga sudah bersurat kepada kami, memetakan dan mengusulkan yang perlu didukung oleh pemerintah pusat," kata Haeru. Terkait nilai total kerugian yang dialami para pembudidaya, juga masih dalam proses penghitungan. Namun, ia memastikan perbaikan tambak akan dilakukan dengan standar yang baik sesuai ketentuan yang dimiliki KKP.Baca juga: Cemaran Radioaktif di Udang RI Bukan dari Tambak, tapi Kemasan "Total kerugian itu masih taksiran. Contoh umpama, di Aceh itu kalau memperbaiki tambak per hektarnya katanya sekitar 50 juta. Di Padang, Sumbar itu sekitar Rp 70 juta, dan di Medan lebih mahal sekitar Rp 100 juta," ungkapnya.
(prf/ega)
KKP Mulai Perbaiki Tambak di Sumatra yang Terdampak Bencana Tahun Depan
2026-01-12 04:58:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:32
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 04:13
| 2026-01-12 02:44










































