Anak Bunuh Ibu di Medan, Psikolog: Pelaku Sakit Hati Kakaknya Dipukuli

2026-01-11 03:32:52
Anak Bunuh Ibu di Medan, Psikolog: Pelaku Sakit Hati Kakaknya Dipukuli
MEDAN, - Psikolog Forensik, Irna Minauli, mengungkapkan alasan AL (12) nekat membunuh ibunya, F (42), setelah mendapati kakaknya kerap kali dipukuli.Irna menjelaskan, anak yang terpapar dengan kekerasan yang dilakukan orangtua terus ditambah dengan tontonan akan menimbulkan trauma yang besar."Cuma mungkin orang menanyakan yang lebih sering kena sasaran kan kakaknya ya, kok dia yang merasa sakit hati," kata Irna saat hadiri konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin ."Perlu diketahui bahwa, hubungan antara kakak dan adik jauh lebih erat dibanding anak dengan orangtua," tambahnya.Baca juga: Kapolrestabes: Obsesi Anak Bunuh Ibu di Medan dari Game dan Anime Irna menuturkan, kakak telah menjadi role model adik.Lebih dari itu, sang kakak juga selalu mendampingi adik dalam beberapa situasi.Alhasil, luka yang didapati kakaknya membuat adiknya terganggu."Terus saya juga menangani kakak. Sebenarnya si kakak tidak sesakit hati adiknya terhadap perlakuan ibunya. Karena dia berusaha memaklumi apa yang terjadi," ungkap Irna."Dan menurut penuturannya kejadian kekerasan ini sudah cukup lama. Terutama setelah kedua orang tuanya sudah pisah kamar. Jadi kira-kira 3 tahun yang lalu," tambahnya.Baca juga: Polisi Tak Temukan DNA Ayah di TKP Anak Bunuh Ibu di Medan Irna menduga sejak saat itu korba semakin temperamental dan beberapa kali melampiaskan amarah terhadap suami ke kedua anaknya.Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak mengungkapkan motivasi atau hal yang mendorong AL melukai korban.Pertama, melihat kekerasan yang dilakukan korban terhadap kakak dan ayah yang diancam menggunakan pisau."Kedua, melihat kakak yang dipukuli korban menggunakan sapu dan tali pinggang," kata Calvijn."Ketiga, sakit hati game online dihapus," tambahnya.Selain itu, AL juga terobsesi dari game dan film anime yang menggambarkan pembunuhan menggunakan pisau.


(prf/ega)