- Yogyakarta menjadi salah satu destinasi favorit yang disambangi wisatawan untuk liburan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan tingginya pergerakan wistawan ke Yogyakarta tercermin dari rata-rata volume pelanggan harian selama masa Nataru. Berdasarkan data Kereta Api Indonesia (KAI), Kereta api jarak jauh melayani rata-rata 10.664 pelanggan per hari, kereta bandara melayani sekitar 9.846 pelanggan per hari, Commuter Line Yogyakarta mencatat rata-rata 27.939 pelanggan per hari, serta KA Prameks melayani sekitar 3.101 pelanggan per hari.Baca juga: 10 Wisata Hits Yogyakarta Selain Malioboro, Jangan Lupa Mampir"Data tersebut menunjukkan bahwa Stasiun Yogyakarta berperan strategis sebagai simpul mobilitas, baik untuk perjalanan jarak jauh, regional, maupun perkotaan selama masa Nataru,” ujar Anne dikutip dari siaran resmi KAI, Senin .Lebih lanjut disampaikan, konektivitas antarmoda yang terintegrasi antara kereta api jarak jauh, Commuter Line Yogyakarta, layanan Prameks, serta kereta bandara menuju Yogyakarta International Airport menjadikan Stasiun Yogyakarta mampu melayani rata-rata 51.550 penumpang KAI Group per hari selama periode libur akhir tahun.Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Yogyakarta Capai 70 PersenDari sisi operasional, selama Angkutan Nataru 2025/2026, kata Anne, Stasiun Yogyakarta melayani rata-rata harian 50 perjalanan kereta bandara.Kemudian, melayani 31 perjalanan Commuter Line, 13 perjalanan kereta api jarak jauh, serta 10 perjalanan KA Prameks. Intensitas layanan ini, kata Anne, mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.Baca juga: Stadion Kridosono Yogyakarta Jadi Tempat Parkir Saat Libur Nataru, Bisa Tampung 200 Mobil"Untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan ketertiban perjalanan, KAI memperkuat Posko Keamanan Nataru yang beroperasi selama 24 jam," ujar Anne.Posko ini, lanjutnya, berfungsi sebagai pusat koordinasi pengamanan, pengaturan arus penumpang, serta pengendalian layanan, khususnya di stasiun dengan tingkat kepadatan tinggi.Di samping itu, KAI juga mengimbau seluruh pelanggan untuk mematuhi arahan petugas, menjaga keselamatan saat berada di peron, mendahulukan penumpang yang turun dari kereta api, serta hadir lebih awal di stasiun, minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Baca juga: Liburan ke Malioboro Yogyakarta, Ini 7 Lokasi Parkir yang Disiapkan Dishub DIYMasyarakat juga diharapkan merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk kemudahan pembelian tiket dan informasi perjalanan."Melalui penguatan Posko Keamanan dan disiplin bersama, KAI berkomitmen menjaga agar mobilitas masyarakat selama Nataru, khususnya di Yogyakarta sebagai kota tujuan favorit, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” kata Anne.Baca juga: Libur Akhir Tahun, Bandara YIA Yogyakarta Prediksi Kepadatan Penumpang di 3 Tanggal IniTingginya minat masyarakat untuk liburan ke Yogyakarta juga tercermin dari tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel disana jelang Natal dan Tahun Baru."Favorit pilihan wisatawan masih di wilayah tengah kota Yogyakarta, seperti Malioboro dan sekitarnya, di sana rata-rata okupansinya sudah 70 persen," kata Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Rstoran Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Deddy Pranowo Eryono kepada Kompas.com via Whatsapp, Senin .PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ilustrasi Stasiun Tugu Yogyakarta. Tarif parkir motor Stasiun Yogyakarta. Tarif parkir mobil Stasiun Yogyakarta. Tarif parkir inap Stasiun Tugu Yogyakarta. Baca juga: Turis Asing Makin Doyan Naik Kereta Api, Terbanyak dari Stasiun YogyakartaIa melanjutkan, berdasarkan reservasi periode 20 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026, tingkat okupansi akomodasi di Yogyakrata berkisar antara 30 sampai 45 persen."Saat ini realita bisa mencapai rata-rata 55 persen, ini akan merangkak naik prediksinya," kata Deddy.Deddy menambahkan, mulia 21 Desember sampai 25 Desember, okupansi akomodasi di Yogyakarta terpantau meningkat.Kebanyakan, kata Deddy, berdasarkan catatan hotel anggota PHRI di Yogyakarta, tamu tidak melakukan reservasi terlebih dahulu, tetapi langsung datang dan melakukan pemesanan di lokasi.Baca juga: Rekomendasi Hotel Dekat Bandara YIA Yogyakarta, Jaraknya Tak sampai 5Km!Mesipun okupansi hotel di wilayah Malioboro dan sekitarnya rata-rata sudah mencapai 70 persen, tetapi pada tanggal 30 dan 31 Desember 2025, tingkat okupansinya masih sekitar 35 persen."Masih banyak tersedia kamar di anggota PHRI wilayah DIY, karena saat ini wisatawan juga memilih di indekost harian, villa, homestay, rumah dadakan yang disewakan," kata Deddy.Serta, lanjutnya, wisatawan juga memilih menginap di apartemen yang sebagian besar tidak berizin, atau tidak sesuai peruntukannya, dan tidak bayar pajak.Bagi wisatawan yang berencana liburan dan manghabiskan waktu libur akhir tahun di Yogyakarta, Deddy menyarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu. Baik resevasi melalui online trave agent (OTA) ataupun langsung melalui hotel-hotel yang sudah dipilih sebelumnya."Hati-hati banyak penipuan via google map, yang nomor ponsel sudah siganti dengan nomor ponsel penipu. Sebaiknya cari data resmi anggota PHRI dari hotel non bintang, sampai hotel bintang 5 di website PHRI DIY," kata Deddy.
(prf/ega)
Liburan Nataru di Jogja, Kereta Padat dan Okupansi Hotel Tembus 70 Persen
2026-01-12 02:04:14
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:28
| 2026-01-12 01:53
| 2026-01-12 01:52
| 2026-01-12 01:32
| 2026-01-12 01:23










































