- Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan menghadiri pertemuan dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Resto Plataran Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu .Pertemuan itu turut dihadiri pihak Pakubuwono XIV Hangabehi bersama sejumlah kerabat Keraton Kasunanan Surakarta.Agenda pertemuan membahas dinamika suksesi kepemimpinan Keraton Surakarta yang hingga kini belum memiliki raja definitif.Dilansir dari TribunSolo.com, Juru Bicara Tedjowulan, Pakoenegoro, menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan Menteri Kebudayaan, Presiden Prabowo mengarahkan agar Maha Menteri tetap menjalankan tugas sebagai Raja Ad Interim Keraton Kasunanan Surakarta.“Kami menyimak informasi dari Pak Menteri bahwa arahan Presiden Republik Indonesia adalah agar Maha Menteri menjadi pelaksana tugas ad interim Raja/Sunan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sampai batas waktu yang ditentukan kemudian, merujuk pada belum adanya Raja/Sunan yang definitif bertahta," ucap Pakoenegoro.Pertemuan tersebut juga dihadiri GKR Koes Moertiyah Wandansari, KPA Eddy Wirabhumi, GKR Ayu Koes Indriyah, serta sejumlah pejabat teras Kementerian Kebudayaan.Walau begitu, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Kebudayaan terkait hasil pertemuan ini.Baca juga: Kronologi Insiden Penggembokan Pintu Keraton Surakarta dan Klarifikasi Pihak PB XIV HamengkunegoroSementara itu, Pakubuwono XIV Hamangkunegoro dan GKR Pakubuwono tidak hadir meski telah menerima undangan.Terkait pertemuan tersebut, Juru Bicara Pakubuwono XIV Hamangkunegoro, KPA Singonagoro, mempertanyakan independensi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam menyikapi suksesi kepemimpinan Keraton Kasunanan Surakarta.Ia menyoroti keberadaan putri Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan, BRAy Putri Woelan Sari Dewi, yang kini menjabat Staf Khusus di Kementerian Kebudayaan.“Itu juga kami sedikit perhatian. Yang jelas kami mempertanyakan bagaimana independensi kementerian kebudayaan. Karena beliau hadir dalam memfasilitasi putrinya Gusti Tedjo,” ungkapnya saat ditemui di Talang Paten, Sabtu .Menurut Singonagoro, dialog yang dilakukan Kementerian Kebudayaan dinilai lebih intens dengan pihak Pakubuwono XIV Hangabehi.Ia menilai seharusnya komunikasi juga dibangun dengan pihak Hamangkunegoro sebelum pertemuan kedua kubu digelar.“Selama ini dari kementerian kebudayaan sudah banyak ngobrol dengan pihak sana. Monggo sekali-kali ngopi bareng dengan yang di sini. Kalau konsepnya ingin memfasilitasi kan harus duduk dulu. Kalau sudah mendengarkan sana kan juga harus mendengarkan sini. Posisinya saat ini selama ini kami tidak pernah diajak ngobrol,” kata KPA Singonagoro.Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihak Hamangkunegoro tidak menghadiri pertemuan bersama Menteri Kebudayaan dan Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan di Jakarta.
(prf/ega)
Hasil Pertemuan Kubu PB XIV Hangabehi dengan Menteri Kebudayaan dan Tanggapan Pihak PB XIV Hamangkeunegoro
2026-01-12 06:23:23
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:54
| 2026-01-12 06:27
| 2026-01-12 06:27
| 2026-01-12 05:50










































