SOLO, - Wali Kota Solo Respati Ardi menyatakan komitmennya menjadikan Solo sebagai kota medical tourism atau pariwisata kesehatan di Jawa Tengah.Menurut dia, Pemkot Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus menjalin komunikasi dengan rumah sakit-rumah sakit di Solo untuk mewujudkan program tersebut.Respati menyebut ada salah satu rumah sakit di wilayah Soloraya yang mengajukan diri untuk bergabung dalam program medical tourism Solo."Ini sedang kita kaji dan ini tentu disambut baik rumah sakit-rumah sakit. Tentunya ini menjadi tantangan kita," kata Respati di Solo, Jawa Tengah, Kamis .Baca juga: Medical Tourism dan Layanan Medis di IndonesiaProgram medical tourism Solo juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan. Kementerian meminta Pemkot Solo menyusun roadmap pengembangan program tersebut.Terlebih, Solo kini memiliki Rumah Sakit Kardiologi Emirat-Indonesia (RS KEI) dengan fasilitas berstandar internasional."Kemarin kita bicara dengan Pak Menkes untuk membuat roadmap medical tourism," ungkap Respati./Rahel Presiden RI Prabowo Subianto bersama putra Presiden Uni Arab Emirat (UAE) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), yakni Sheikh Theyab dan delegasi saat meninjau Rumah Sakit Kardiologi Emirat-Indonesia (RS KEI) di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu .Namun, di tengah upaya mengembangkan pariwisata kesehatan, Pemkot Solo menghadapi persoalan kurangnya tenaga dokter.Respati mengatakan banyak dokter yang menempuh pendidikan di Solo justru memilih bekerja di rumah sakit di luar Solo setelah lulus."Pak Menteri sangat konsen terhadap itu dan kami di Pemkot merasa kesulitan mendapat dokter," katanya.Baca juga: Kekurangan Dokter, Kepala Puskesmas Medan Belawan Curhat ke Wawali Rico WaasIa menyampaikan bahwa dokter yang menempuh pendidikan di Solo seharusnya dapat berpraktik dan melanjutkan karier di rumah sakit-rumah sakit Solo setelah lulus."Pak Menteri bilang dokter yang sekolah di Solo dan ada pembiayaan, pembimbingan dari Solo harus dikunci praktiknya di Solo. Kadang sekolahnya di sini praktiknya di kota-kota besar sehingga kita kekurangan dokter itu," kata dia.Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan keberadaan RS KEI mendukung rencana Pemprov Jawa Tengah menjadikan Solo sebagai pusat rujukan medical tourism.RS KEI yang berlokasi di Kecamatan Jebres merupakan hasil kerja sama bilateral Indonesia-Uni Emirat Arab (UEA) dan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu .Rumah sakit tersebut memiliki fasilitas tercanggih sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh ke luar negeri."Masyarakat dapat menghemat biaya pengeluaran untuk berobat ke luar negeri," katanya.
(prf/ega)
Kekurangan Dokter Jadi Tantangan Wujudkan Medical Tourism di Solo
2026-01-11 22:27:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:30
| 2026-01-11 22:14
| 2026-01-11 20:59
| 2026-01-11 20:45










































