Seragam Ala Busana Keraton Sumenep untuk Pejabat dan Pegawai Pemkab Tuai Sorotan

2026-01-11 03:25:42
Seragam Ala Busana Keraton Sumenep untuk Pejabat dan Pegawai Pemkab Tuai Sorotan
SUMENEP, - Penggunaan seragam yang disebut sebagai busana Keraton Sumenep untuk pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menuai sorotan.Sebelumnya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2025.Perbup tersebut mengatur jadwal serta pengecualian penggunaan seragam yang diklaim sebagai Busana Budaya Keraton Sumenep bagi pejabat dan pegawai.Pengrajin sekaligus sesepuh batik Sumenep, Ahmad Zaini, memastikan bahwa busana baru untuk pejabat dan pegawai tersebut bukan busana Keraton Sumenep.Baca juga: 17.593 Penumpang Melintas di Terminal Arya Wiraraja Sumenep Selama Libur NataruDia menjelaskan, motif pada seragam yang diklaim sebagai busana Keraton Sumenep itu saat ini banyak ditemukan di daerah lain.“Kalau yang baju (atasan) itu bukan motif batik, itu kain. Kalau yang di atas itu kain biasa. Kayak motif cap begitu, banyak sekarang begitu,” kata Zaini di Sumenep kepada Kompas.com, Selasa .KOMPAS.COM/ Nur Khalis Ahmad Zaini, pengrajin dan sesepuh batik di Sumenep, Jawa Timur. Zaini menegaskan, sepanjang pengalamannya sebagai pengrajin batik turun-temurun sejak 1977, dia tidak pernah menemukan motif seperti itu di Sumenep.“Di Sumenep tidak ada yang begitu. Tidak ada. Saya yakin tidak ada. Saya sudah turunan dari keluarga sejak tahun 77, tidak ada motif batik begitu di Sumenep,” ujarnya.Dia juga menilai, bahan pada bagian atas seragam tersebut bukan batik tulis maupun batik khas daerah.“Saya bisa pastikan itu bukan batik. Itu banyak sekarang, yang dicap, di-print, banyak sekarang. Sepertinya bukan busana keraton,” kata Zaini.Baca juga: Viral Video Warga Sakit di Sumenep Ditandu Turuni Tebing Curam 80 DerajatZaini juga menyoroti bagian bawah seragam yang menyerupai samper. Menurut dia, samper tersebut juga bukan batik motif khas Sumenep.“Kalau bagian bawah memang batik, tapi bukan batik Sumenep. Sekar Jagad, memang dipakai setiap hari jadi Sumenep tapi itu dari Pamekasan. Bukan Sumenep,” ungkap Zaini.Dia pun berharap, jika Pemkab Sumenep ingin mengangkat busana budaya maka identitas dan sejarah batik Sumenep harus benar-benar diperhatikan sehingga tidak menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat maupun pelaku budaya lokal.Sebelumnya, beredar video yang menampilkan desain seragam yang akan dikenakan oleh pejabat dan pegawai Pemkab Sumenep.Video tersebut diketahui direkam di ruang resepsionis Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Dalam video itu ditampilkan secara rinci desain seragam untuk pejabat dan pegawai, baik laki-laki maupun perempuan.Dalam video tersebut juga dijelaskan waktu penggunaan seragam serta pihak-pihak yang diwajibkan mengenakannya.Selain itu, terlihat sebuah X-banner yang memuat informasi tentang Peraturan Bupati (Perbup) serta ketentuan pemakaian seragam tersebut.Baca juga: Setelah 5 Bulan, Status KLB Campak di Sumenep Resmi Dicabut


(prf/ega)