Dinas PPAPP DKI Imbau Publik Jaga Kondisi Psikologis Siswa SMAN 72 Jakarta

2026-01-11 22:37:21
Dinas PPAPP DKI Imbau Publik Jaga Kondisi Psikologis Siswa SMAN 72 Jakarta
JAKARTA, - Kepala Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DKI Jakarta, Rahayu Sri Rahmawati, mengimbau publik untuk tidak memberikan informasi-informasi yang dapat menurunkan kondisi psikologis siswa SMAN 72 Jakarta.Ia menekankan pentingnya memberi ruang bagi siswa untuk memulihkan diri setelah peristiwa ledakan yang terjadi di sekolah tersebut."Secara umum, tentu kita pahami bahwa setiap manusia itu memiliki resiliensi atau kemampuan untuk tumbuh, untuk bangkit setelah peristiwa krisis," ucapnya kepada Kompas.com .Baca juga: Mobil Sahabat Perempuan dan Anak Disiagakan di SMA 72 Jakarta untuk Layanan KonselingRahayu menuturkan, kondisi psikologis para siswa SMAN 72 Jakarta perlu dijaga bersama agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik."Mari kita berikan waktu bagi mereka untuk bisa memulihkan kondisi psikologisnya, sekaligus kita juga akan tetap memberikan dukungan melalui layanan-layanan yang tersedia," ujarnya.Rahayu mengatakan, sejak Jumat , Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) melalui UPT Pusat PPA DKI Jakarta telah menurunkan tim konselor dan pendamping korban untuk melakukan asesmen awal terhadap kebutuhan dukungan psikososial bagi warga satuan pendidikan di SMA Negeri 72 Jakarta.“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Himpunan Psikologi Indonesia untuk menyiapkan intervensi dan dukungan psikososial bagi seluruh siswa, guru, dan orang tua siswa SMAN 72 Jakarta,” ujarnya.Selain itu, Dinas PPAPP juga menyediakan mobil Sahabat Perempuan dan Anak (Sapa) di lokasi sekolah untuk mengakomodasi kebutuhan konseling langsung bagi warga sekolah.Dukungan psikologis juga diberikan secara daring, mencakup stabilisasi emosi, psikoedukasi tentang pengelolaan stres di tengah situasi krisis, serta edukasi digital wellbeing dan mindful scrolling untuk meminimalkan kecemasan akibat pemberitaan di media.Baca juga: Dinas PPAPP DKI Beri Pendampingan Psikologis bagi Siswa dan Guru SMAN 72 Jakarta“Untuk orang tua dan guru, kami berikan dukungan psikososial mengenai cara mengelola emosi dan mendampingi anak menghadapi situasi krisis. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 orang tua dan guru secara daring,” katanya.Sebelumnya diberitakan, terjadi ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat . Ledakan itu mengakibatkan 96 orang luka-luka.Dari jumlah tersebut, 29 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sementara 67 lainnya telah diperbolehkan pulang.Hasil penyelidikan awal menunjukkan pelaku diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Ia kini masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).Siswa itu dikabarkan mengalami perundungan yang diduga menjadi salah satu motif di balik aksinya.Polisi juga menemukan benda mirip airsoft gun dan revolver di lokasi kejadian. Namun, setelah diperiksa, senjata tersebut dipastikan hanyalah mainan.


(prf/ega)