Bibit Siklon Tropis 91S Terbentuk di Samudra Hindia, 3 Wilayah di Pulau Sumatera Berpotensi Hujan Lebat

2026-01-12 04:14:35
Bibit Siklon Tropis 91S Terbentuk di Samudra Hindia, 3 Wilayah di Pulau Sumatera Berpotensi Hujan Lebat
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia dekat Pulau Sumatera.Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG, Miming Saepudin mengatakan, Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk mulai Minggu pukul 7.00 WIB di Samudra Hindia barat daya Lampung.Berdasarkan analisis terkini, Rabu , Bibit Siklon Tropis 91S tersebut masih berada di dalam Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta."Pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 91S terdeteksi di sekitar 4,9 derajat LS 96,1 derajat BT dan masih berada di dalam Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta," kata dia, dikutip dari keterangan resmi BMKG yang diterima Kompas.com, Rabu.Miming menjelaskan, bibit siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot atau 37 km per jam di sebelah utara system. Adapun tekanan minimumnya sekitar 1008 hPa.Prakiraan BMKG menyebut, Bibit Siklon Tropis 91S masih persisten dengan kecenderungan menurun dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15-20 knot.Lantas, apa dampak Bibit Siklon Tropis 91S terhadap cuaca di Indonesia?Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut hingga 15 Desember 2025, Ini 26 Wilayah yang Perlu WaspadaMenurut Miming, fenomena Bibit Siklon Tropis 91S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia selama 24 jam ke depan atau hingga Kamis .Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan gelombang tinggi.Wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat berada di Pulau Sumatera, berikut daftarnya:Tak hanya hujan, gelombang tinggi juga berpotensi terjadi imbas Bibit Siklon tropis 91S.Berikut ini wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi dengan kategori sedang (1,25-2,5 meter):Baca juga: Ada Bibit Siklon 91S dan 93W Lagi di Sekitar Indonesia, Berpotensi Jadi Siklon Tropis? Ini Kata BMKGBerdasarkan pengamatan citra satelit BMKG dalam 6 jam terakhir, awan konvektif terpantau cenderung persisten dengan kecenderungan sedikit meningkat di sekitar Bibit Siklon Tropis 91S.Meski demikian, sebaran awan masih bersifat sporadis dan meluas ke utara sistem serta belum membentuk area deep convection yang simetris dan melingkari pusat sirkulasi.Hal ini mengindikasikan bahwa konveksi di sekitar sistem masih fluktuatif dan belum sepenuhnya terorganisasi.


(prf/ega)