Banjir Bener Meriah: Warga Keluhkan Harga BBM Rp 80.000 per Liter

2026-01-12 07:52:08
Banjir Bener Meriah: Warga Keluhkan Harga BBM Rp 80.000 per Liter
ACEH UTARA, – Warga korban banjir di Desa Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, mengeluhkan tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) pasca-banjir.Hingga saat ini, bahan bakar jenis Pertalite dijual dengan harga Rp 80.000 per liter di lokasi tersebut, dan ketersediaannya pun sangat terbatas.Norman, salah seorang warga Pondok Baru, mengungkapkan kepada Kompas.com pada Rabu bahwa mereka terpaksa berjalan kaki selama tiga jam ke Kamp Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, untuk mencari bahan bakar dan kebutuhan pangan.Baca juga: Qisthi Widyastuti, Hakim di Aceh Tamiang yang Ditolong Warga Binaan yang Divonisnya"Kami benar-benar terisolasi. Listrik masih padam. Jangan pernah bilang listrik sudah menyala 100 persen di Bener Meriah. Itu fitnah," tegas Norman.Ia menjelaskan bahwa satu-satunya pertemuan antara pedagang dan pembeli korban banjir terjadi di Kecamatan Permata, di mana harga jual bahan bakar Pertalite di daerah tersebut mencapai Rp 35.000 per liter."Wajar saja mahal, karena mereka beli ke perbatasan Aceh Utara. Dipanggul berjerigen-jeriken. Di perbatasan Aceh Utara saja harganya Rp 25.000 per liter," tambahnya.Norman berharap agar Presiden RI Prabowo Subianto dapat mengintruksikan jajaran kementeriannya untuk segera melakukan pemulihan. "Minimal sinyal dan listrik bisa teratasi secepatnya," pungkasnya.Sebelumnya, diberitakan bahwa banjir merendam 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, dengan daerah terparah meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah.


(prf/ega)